Philip Morris Indonesia Ekspor Jutaan Batang Rokok ke Jepang

David Priyasidharta

Jumat, 22 Maret 2019 - 10:49

JATIMNET.COM, Karawang - PT Philip Morris Indonesia (PMID) melakukan ekspor perdana produk rokok premiumnya, Marlboro dan L&M ke pasar Duty Free Jepang, Kamis 21 Maret 2019. Pemegang saham mayoritas PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna) berupaya untuk secara konsisten perperan meningkatkan kinerja ekspor Indonesia.

Pelepasan satu kontainer 40 feet yang memuat sekitar 9 juta batang rokok untuk ekspor perdana produk PMID itu dilakukan di kawasan pabrik rokok milik PMID di Karawang, Jawa Barat.

PMID dipercaya dan ditunjuk oleh Philip Morris International (PMI) untuk melakukan ekspor ke pasar Duty Free Jepang yang sebelumnya diisi oleh produk sejenis produksi Philip Morris Serbia.

BACA JUGA: Pemkab Optimistis Tembakau Terserap Industri

“Melakukan ekspor perdana ke Duty Free Jepang yang sebelumnya diproduksi oleh afiliasi di Philip Morris Serbia adalah hal yang membanggakan," kata Direktur Utama PMID Ahmad Mashuri dalam siaran pers yang diterima Jatimnet.com

Ini sekaligus menjadi pemicu bagi PMID untuk terus meningkatkan kualitas produk-produk agar sesuai dengan standar global, serta memenuhi selera perokok dewasa di berbagai negara. "Saat ini, ada beberapa produk rokok Duty Free di Asia sudah diproduksi oleh PMID, termasuk Marlboro dan L&M,” ujarnya.

Mashuri mengatakan ini merupakan pencapaian yang penting mengingat konsumen Jepang memiliki ekspektasi standar kualitas yang sangat tinggi dibandingkan dengan negara-negara lain. Hal ini juga berlaku bagi produk tembakau yang mereka konsumsi.

Pencapaian ini membutuhkan kerja keras dan proses yang cukup panjang sehingga akhirnya PMID mampu menghasilkan produk tembakau yang memuaskan selera perokok dewasa di Jepang.

BACA JUGA: Pabrik Rokok Serap Seluruh Produksi Tembakau Bojonegoro

PMID juga berencana melakukan pengiriman keempat untuk Duty Free Korea Selatan pada akhir Maret 2019 sebanyak 2 kontainer 40 feet.

Adapun total pengiriman ke Duty Free Korea Selatan mencapai sekitar 60 juta batang rokok. Pasar Duty Free di Asia mencakup segmen super premium dan premium.

Direktur Urusan Eksternal Sampoerna, Elvira Lianita mengatakan, pencapaian ini tidak lepas dari dukungan penuh yang selama ini diberikan Pemerintah, khususnya Kementerian Keuangan RI dan Kementerian Perindustrian RI, yang menjadi salah satu motor pertumbuhan bisnis perusahaan.

Elvira mengapresiasi komitmen berkelanjutan pemerintah yang terus berupaya menjaga iklim investasi serta usaha yang kondusif di tengah dinamika industri yang selalu harus dapat beradaptasi dengan perubahan dan ekspektasi dari konsumen dewasa di berbagai negara.

BACA JUGA: Pemerintah Berupaya Kurangi Produk Hasil Tembakau

"Sampoerna bersama PMID berkomitmen akan terus menjaga dan meningkatkan kinerja ekspor perusahaan yang merupakan salah satu bentuk upaya kami dalam mendukung Sembilan Agenda Prioritas atau Nawacita yang dicanangkan Presiden Joko Widodo, terutama terkait peningkatan ekspor ke mancanegara," katanya.

Ia mengatakan pihaknya akan terus fokus dalam meningkatkan produktivitas, daya saing ekspor, dan menguatkan industri hulu strategis dimana Industri Hasil Tembakau (IHT) merupakan salah satu sektor yang mampu memberikan kontribusi besar terhadap penerimaan devisa khususnya melalui ekspor produk rokok.

Saat ini, IHT merupakan salah satu sektor yang mampu memberikan kontribusi besar terhadap penerimaan devisa, yakni melalui ekspor produk rokok. Kementerian Perindustrian mencatat ekspor rokok dan cerutu sepanjang 2018 mencapai USD 931,6 juta atau sekitar Rp 13,2 triliun. Nilai ini meningkat 2,98 persen dari realisasi ekspor tahun sebelumnnya sebesar USD 904 juta.

Baca Juga

loading...