Petasan untuk Malam Takbir Meledak, Tiga Warga Blitar Kritis

Yosibio

Selasa, 4 Juni 2019 - 14:52

JATIMNET.COM, Blitar – Tiga dari empat warga Kelurahan Togogan, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar kritis akibat terkena ledakan petasan Senin 3 Juni 2019, malam.

Ketiganya langsung dilarikan di rumah sakit terdekat untuk menjalani perawatan intensif akibat lukar bakar serius di bagian kaki dan tangan mereka. Dari ketiga korban itu, dua di antaranya masih menjalani perawatan di rumah sakit, Al Ittihad Srengat.

Dua korban petasan yang dirawat di RS Al Ittihad Srengat adalah Yuli Ardiyanto (21) dan Andres Suntoro (22). Sedang Ebianto (30) harus dirujuk ke RSUD dr Iskak Tulungagung, karena luka di bagian tanganya tergolong parah.

BACA JUGA: Polres Blitar Kota Sita Lima Kilogram Bubuk Petasan

“Tiga korban yang masih dirawat ini mengalami luka bakar serius di bagian tangan dan kaki. Sedangkan satu korban lagi sudah boleh pulang karena lukanya tidak terlalu parah,” kata Kasat Reskrim Polres Blitar Kota, AKP Heri Sugiono, saat dikonfirmasi di sela olah TKP, Selasa 4 Juni 2019.

Heri menuturkan, peristiwa petasan meledak terjadi pada Senin, 3 Juni 2019 sekitar pukul 23.30 WIB. Tetapi, polisi baru menerima laporan peristiwa tersebut hari ini, pukul 08.00 WIB. Polisi yang langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan sejumlah barang bukti di lokasi.

CARI KRONOLOGI. Polisi melakukan olah TKP setelah terjadi ledakan petasan, Senin 3 Juni 2019 sektiar pukul 23.30 WIB. Foto: Yosibio.

“Berdasarkan hasil olah TKP, petasan yang meledak diduga saat sedang diisi mesiu. Ledakan hanya mengenai korban yang saat itu kemungkinan berkumpul. Sementara di dalam rumah tidak timbul kerusakan,” ujar Heri.

Peristiwa petasan meledak ini berawal ketika para korban sedang membuat petasan di rumah orang tua Ebianto. Menurut rencana, petasan itu akan disulut pada malam takbiran. Diduga, saat sedang memasang sumbu menggunakan obeng, terjadilah ledakan dan mengenai para korban yang duduk berkumpul di ruang samping rumah.

BACA JUGA: Impian Tukang Cat Sulut Petasan Lebaran Urung Dilakukan

“Informasi yang kami terima, Ebin (Ebianto) sedang menutup lubang sumbu menggunakan obeng, tiba-tiba meledak dan menyebabkan semua korban terluka," pungkas Heri.

Sementara itu, dua korban yang berada di rumah sakit Al Ittihad, masih belum sadarkan diri. Solikah, orang tua Yuli Ardianto, yang ditemui di rumah sakit mengaku tidak mengetahui kejadian naas ini. Solikah hanya diberitahu teman anaknya, jika Yuli sudah berada di rumah sakit terkena ledakan petasan.

“Saya mendapat kabar dari teman anak saya, jika Yuli di rumah sakit akibat petasan. Yuli pergi bersama teman-temannya semalam, setelah pulang kerja cuci mobil,” terang Solikah.

Baca Juga

loading...