Pertumbuhan Ekonomi Jatim Capai 5,51 Persen

Baehaqi Almutoif

Senin, 6 Mei 2019 - 15:02

JATIMNET.COM, Surabaya – Pertumbuhan ekonomi Jawa Timur pada kuartal pertama tahun 2019 mencapai titik tertinggi sejak tahun 2016 atau dalam tiga tahun terakhir.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, pertumbuhan ekonomi Jatim pada kuartal pertama tahun ini mencapai 5,51 persen. Angka itu melewati realisasi periode yang sama tahun lalu yang mencapai 5,42 persen.

“Ini adalah angka terbesar dalam tiga tahun,” kata Kepala BPS Jatim Teguh Pramono saat konfrensi pers di Kantor BPS Jatim, Senin 6 Mei 2019.

Sektor pendongkrak naiknya perekonomian Jatim didorong tiga sektor, usaha kesehatan yang mencapai 7,86 persen, industri 7,28 persen, dan penyediaan makan dan minuman sebesar 6,87 persen.

BACA JUGA: Konsumsi Rumah Tanggah Dorong Pertumbuhan Ekonomi Triwulan I/2019

Teguh menyebut, cuaca ekstrem hingga menyebabkan banjir di awal tahun, menjadi pemicu pertumbuhan lapangan usaha jasa kesehatan di kuartal pertama tahun ini.

Sedangkan untuk industri, pertumbuhannya masih didominasi oleh perusahaan pengolahan seperti makanan-minuman, tekstil, dan percetakan. Momen lebaran dan pemilu tampaknya mendorong tumbuhnya tiga industri tersebut di Jawa Timur.

Sumber: BPS Jatim/ Ilustrasi: Gilas Audi.

“Kalau dilihat year on year (yoy) dibanding tahun lalu, pertumbuhan terbagus di tiga jasa itu,” tuturnya.

Meski tumbuh cukup bagus secara yoy, menurut Teguh, untuk quarter to quarter (q to q) atau dari kuartal ke kuartal tidak begitu menggembirakan. Dari kuartal keempat tahun 2018 ke kuartal I 2019, pertumbuhannya hanya 0,13 persen.

BACA JUGA: Pertumbuhan Ekonomi Triwulan 1 2019 Dekati Target APBN

Catatan itu tidak lebih tinggi dibanding dari kuartal IV/ 2017 ke kuartal I/ 2018 yang mampu mencapai 0,26 persen. Begitu juga dari kuartal IV/ 2016 ke kuartal I/ 2017 yang menyentuh 0,59 persen.

“Triwulan IV 2018 ke triwulan I/ 2019 kenaikannya Rp 395,96 trilliun menjadi Rp 396,47 trilliun," ungkap Teguh.

Sementara untuk pendorong meningkatnya pertumbuhan ekonomi q to q, adalah sektor pertanian, kehutanan dan perikanan yang paling tinggi. Sektor ini mampu tumbuh 14,81 persen. Awal musim panen di kuartal I ini ditengarai menjadi penyebab meningkatnya bidang agro tersebut.

“Kemudian pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah dan daur ulang tunbuh 1,41 persen, dan jasa keuangan 1,83 persen,” ungkapnya.

Baca Juga

loading...