Selasa, 18 August 2026 11:23 UTC

Masyarakat antusias menyaksikan pagelaran wayang kulit gratis yang digelar Petrokimia Gresik di SOR Tri Dharma, Gresik pada Selasa, 18 Agustus 2026. Foto: Humas PG
JATIMNET.COM, Gresik – PT Petrokimia Gresik kembali menghadirkan pagelaran wayang kulit untuk memperingati HUT ke-54 perusahaan sekaligus HUT ke-81 Republik Indonesia. Kegiatan tersebut berlangsung di SOR Tri Dharma Gresik, Selasa, 18 Agustus 2026.
Tahun ini, Petrokimia Gresik tidak hanya menghadirkan dalang senior. Perusahaan juga membuka panggung bagi dalang muda dan tiga dalang cilik asal Gresik sebagai bagian dari upaya mendorong regenerasi pelestari seni wayang.
Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, mengatakan perusahaan menjadikan pelestarian budaya sebagai bagian dari upaya mempersiapkan generasi penerus. Menurutnya, perusahaan rutin menggelar pagelaran wayang kulit setiap peringatan hari ulang tahun.
“Pagelaran wayang kulit menjadi agenda rutin tiap momen ulang tahun perusahaan. Kami ingin ikut memastikan seni wayang tetap memiliki ruang untuk tumbuh di tengah generasi muda,” ujar Daconi, Selasa 18 Agustus 2026.
Pagelaran diawali dengan lakon “Sumantri Ngenger” yang dibawakan dalang muda Ki Achmad Bagas Septyawan. Selain menjadi karyawan Petrokimia Gresik, Bagas juga merupakan binaan Sanggar Mahesa Kencana.
Petrokimia Gresik kemudian memberi kesempatan kepada tiga dalang cilik untuk menunjukkan kemampuan mereka. Ketiganya yakni Avito Bintang Pratama, siswa SMPN 1 Gresik; Nicolas Davino, siswa SD Petrokimia Gresik; dan Kyano Renand H., siswa MI NU Terate Putra.
Perusahaan juga memberikan uang pembinaan kepada ketiga dalang cilik tersebut sebagai bentuk apresiasi sekaligus dukungan terhadap regenerasi seniman wayang sejak usia dini.
Daconi menilai kemunculan dalang muda dan dalang cilik menjadi bukti bahwa seni wayang masih memiliki tempat di tengah perkembangan zaman. Ia menegaskan, wayang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga mengajarkan berbagai nilai kehidupan.
Nilai tersebut antara lain kesetiaan, ketekunan, dedikasi, hingga kemampuan mengendalikan diri. Karena itu, Petrokimia Gresik ingin terus memberi ruang bagi generasi muda untuk mengenal sekaligus mengembangkan seni tradisional tersebut.
Setelah penampilan dalang muda dan dalang cilik, pagelaran berlanjut dengan lakon utama “Begawan Ciptaning” yang dibawakan Ki Bayu Aji Pamungkas. Pertunjukan tersebut semakin meriah dengan kehadiran pelawak Cak Percil dan sinden Lintang Kairo.
Antusiasme masyarakat terhadap pagelaran wayang kulit Petrokimia Gresik juga menunjukkan tren peningkatan. Berdasarkan jumlah penonton di kanal YouTube Petrokimia Gresik, pagelaran pada HUT ke-50 mencatat sekitar 4.000 penonton.
Jumlah tersebut meningkat menjadi 5.000 penonton pada HUT ke-51 dan 6.000 penonton pada HUT ke-52. Angka itu kembali naik menjadi 8.000 penonton pada HUT ke-53 dan HUT ke-54.
Salah satu penonton, Pudji Seti (65), warga Lamongan, mengaku rutin menghadiri pagelaran wayang kulit yang digelar Petrokimia Gresik setiap tahun.
“Di era modern ini tidak banyak perusahaan yang peduli dengan budaya wayang. Petrokimia Gresik konsisten setiap tahun menyelenggarakannya, bahkan sekarang memberi panggung kepada dalang cilik,” katanya.
Daconi menegaskan Petrokimia Gresik akan terus mengembangkan program pelestarian budaya bersamaan dengan pengembangan talenta generasi muda.
“Masa depan tidak hanya dibangun melalui teknologi dan bisnis, tetapi juga melalui manusia yang memiliki karakter serta menghargai akar budayanya,” pungkasnya.
