Bank Pembangunan Asia (ADB) menyediakan dana hibah kerjasama dua negara.

Perekonomian Indonesia dan Timor Leste Disuntik Hibah Miliaran Dolar 

Dyah Ayu Pitaloka

Sabtu, 4 Mei 2019 - 12:57

JATIMNET.CO, Surabaya – Indonesia dan Timor Leste, akan meningkatkan kerjasama ekonomi, dengan dana hibah dari Bank Pembangunan Asia (ADB).

Beberapa strategi yang dilakukan antara lain, mengurangi hambatan pada sektor transportasi darat dan udara lintas batas, kerjasama kesehatan hewan dalam perdagangan ternak, dan meningkatkan promosi pariwisata antara Timor Leste dan Nusa Tenggara Timur.

Sedangkan ADB, akan menyediakan  sumber dana hibah juta dolar AS untuk mendukung kerjasama itu.

Hal itu tertuang dalam pendantanganan nota kesepahaman (Mou) antara Indonesia, Timor Leste dan ADB, di Nadi, kota terbesar ketiga Fiji, pada Sabtu 4 Mei 2019.

BACA JUGA: NTT Kejar Elektrifikasi Hingga 90 Persen

Tiga pihak diwakili oleh Presiden ADB Takehiko Nakao, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, dan Menteri Keuangan Timor Leste (Penjabat) Sara Lobo Brites.

“Kerja sama dan integrasi regional sangat penting untuk pertumbuhan yang berkelanjutan dan inklusif di Asia dan Pasifik," kata Nakao.

"MOU ini merupakan langkah kecil namun penting dalam dukungan kami untuk kerja sama lintas batas antara Indonesia dan Timor-Leste. Mendukung mata pencaharian di daerah-daerah perbatasan yang tertinggal sangat penting untuk mengatasi ketidaksetaraan dan memastikan kemakmuran kawasan kita yang meningkat ini dimiliki oleh semua orang." lanjutnya.

Nota Kesepahaman tersebut dibangun berdasarkan Studi Penjajakan tentang Peningkatan Kerja Sama Lintas-Batas dan Integrasi antara Indonesia dan Timor-Leste, yang dilakukan ADB atas permintaan pemerintah dua negara.

BACA JUGA: Penggratisan SMA/SMK di Surabaya Bisa Melalui Mekanisme Dana Hibah

Studi ini mengidentifikasi berbagai tantangan dan peluang kerja sama lintas batas, dan mempelajari pariwisata dan ternak sebagai sektor utama, untuk manfaat jangka pendek melalui kerja sama.

Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk mengurangi kesenjangan regional di Indonesia. Sedangkan, Nusa Tenggara Timur adalah salah satu daerah yang kurang berkembang di negara ini.

Ini dilakukan melalui peningkatan konektivitas, aksesibilitas, dan kapasitas serta kolaborasi ekonomi lintas batas.

Sri Mulyani menandatangani MoU sebagai pelengkap strategi nasional dan menyambutnya sebagai langkah selanjutnya dalam hubungan dengan ADB untuk dukungan ke daerah perbatasan, dan kolaborasi tambahan dengan teman dan kolega di Timor-Leste.

BACA JUGA: Dindik Minta Guru yang Menolak Mengajar di Pedalaman Pensiun

"Timor-Leste telah membuat langkah signifikan sejak kemerdekaan tetapi jika ini akan berlanjut, kami harus berintegrasi lebih dekat ke ASEAN dan ekonomi dunia serta mendiversifikasi ekonomi kami,” kata Brites

“Mengurangi hambatan perdagangan dan kerja sama dengan tetangga terdekat kami adalah langkah penting dalam mencapai tujuan ini. Kami menyambut MOU dengan ADB dan Indonesia sebagai awal dari kemitraan yang berkelanjutan dan saling menguntungkan untuk pertumbuhan," katanya.

ADB berkomitmen untuk mencapai Asia dan Pasifik yang makmur, inklusif, tangguh, dan berkelanjutan, sembari mempertahankan upayanya untuk memberantas kemiskinan ekstrem.

Pada 2018, ADB membuat komitmen pinjaman baru dan hibah sebesar  USD 21,6 miliar. (ant)

Baca Juga

loading...