JATIMNET.COM, Probolinggo – Tua-tua keladi, makin tua makin menjadi. Pepatah lama yang pas disematkan untuk menyebut komplotan pencuri emas di Probolinggo ini.

Mereka adalah Norma dan Sulasiah Asal Magelang, Artasia dan Djamilah asal Banjarmasin, Rusli asal Kalimantan, serta Sumiarsih asal Gersik. Usianya rata-rata di atas 50 tahun.

Meski usianya sudah setengah abad, mereka cerdik dalam bekerja sama untuk mencuri emas di Toko Emas Walet Jalan Panglima Sudirman, Probolinggo.

BACA JUGA: Antam Targetkan Penjualan Emas Naik 14 Persen

Aksi para lansia ini berhasil membawa kabur 50 gram emas dari toko tersebut, atau senilai Rp 20 juta. Namun, aksi mereka akhirnya ketahuan dan ditangkap warga. Para pelaku nyaris dihakimi massa sebelum diamankan petugas polisi setempat.

Para pencuri emas ini berjumlah enam orang dan selalu berbagi peran ketika beraksi. Ada yang berperan sebagai pembeli emas, kemudian pelaku lainnya bertugas membuat bingung penjaga toko.

"Satu orang tanya kalung emas ke saya, lalu kalung itu ia berikan ke temannya dengan maksud pura-pura mengeceknya, hal itu berlanjut seterusnya hingga orang terakhir," ujar Maya, salah satu penjaga Toko Emas Walet, Senin 11 Maret 2019.  

Mereka tidak hanya memilih satu jenis barang, tapi ada beberapa sehingga membuat penjaga tidak sadar kalau ada salah satu barang yang dimasukkan kantong saku.

BACA JUGA: Puluhan Penambang Emas Tertimbun Longsor di Sulawesi Utara

“Tahunya setelah seluruh pelaku pergi ada sebuah kalung di etalase yang hilang," ujar Maya.

Kasatreskrim Polresta Probolinggo AKP Nanang Efendi menyebut dalam aksinya pelaku menggunakan jasa rental mobil untuk kabur saat berhasil menggondol barang yang dicurinya.

Nanang mengatakan, meski belum jelas ada tidaknya keterlibatan dengan para pelaku, sopir rental tetap menjalani pemeriksaan petugas.

"Kita periksa dulu pelaku dan sopir rentalnya, untuk korban kita juga memintai keterangan. Sementara barang bukti, yang telah kita amankan sebuah mobil dan kalung," jelasnya.