Pemprov Jatim Mulai Programkan Energi Baru Terbarukan

Baehaqi Almutoif

Kamis, 21 Maret 2019 - 20:24

JATIMNET.COM, Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menargetkan pencapaian rasio elektrifikasi 100 persen pada 2020. Saat ini rasio eletrifikasi di Jawa Timur baru mencapai 91,4 persen.

Untuk mencukupi target itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berencana mengoptimalkan potensi energi baru dan terbarukan (EBT). Energi baru dan terbarukan ini potensinya cukup besar untuk dikembangkan.

Energi panas misalkan, Jawa Timur memiliki potensi 1.372 megawatt (MW) yang tersebar di sebelas titik, seperti di Gunung Welirang, Gunung Wilis, Gunung Ijen, Gunung Semeru, Gunung Bromo dan beberapa gunung lainnya.

BACA JUGA: Jatim Ekspor Daun Kelor ke Korsel Rp 13 Miliar

“Panas bumi merupakan energi terbarukan yang ramah lingkungan, dan ke depan bisa menjadi andalan energi terbarukan," ujar Khofifah saat pengajuan Raperda Rencana Umum Energi Daerah (RUED) di Sidang Paripurna di Gedung DPRD Jawa Timur, Kamis 21 Maret 2019.

Pengembangan EBT seperti energi panas bumi, tenaga surya, dan biomassa menjadi prioritas utama RUED Jawa Timur pada 2018-2050. Untuk bauran EBT ditargetkan 14 persen dari total energi yang ada di Jatim pada 2050 mendatang. Program tersebut selaras dengan target nasional, yang membidik angka bauran EBT 23 persen pada 2025.

Selain panas bumi, potensi lain adalah energi tenaga surya sebesar 10.335 MW dan energi biomassa atau pembangkit listrik tenaga sampah. "Pemprov Jatim punya peranan dalam mencukupi kebutuhan listrik ini melalui energi terbarukan,” bebernya.

BACA JUGA: Dongkrak Ekspor Sektor Agro, Kementan Gandeng Pemprov Jatim

Sejauh ini Pemprov Jatim mampu surplus energi, dan sanggup menjadi penyangga bagi provinsi lain, seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Bali. Bahkan potensi energi fosilnya masih cukup besar. Salah satunya, potensi energi gas bumi yang mencapai 5.377,9 miliar kaki kubik dari lapangan Jimbaran Tiung Biru.

Rata-rata produksi gas bumi di fasilitas ini, mencapai 315 juta kaki kubik per hari dengan perkiraan gas komersil mencapai 192 juta kaki kubik per hari.

Sementara potensi minyak bumi dari Blok Cepu, menurutnya, memiliki cadangan 729 juta barel dengan target produksi 220 ribu barel minyak per hari pada 2019. Seluruh potensi itu, baik gas dan minyak ada di Kabupaten Bojonegoro.

Baca Juga

loading...