Jatim Ekspor Daun Kelor ke Korsel Rp 13 Miliar

Baehaqi Almutoif

Kamis, 21 Maret 2019 - 14:06

JATIMNET.COM, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyambut positif ekspor beberapa produk unggulan dari Jawa Timur, seperti daun kelor, kopi, minyak, kayu, sarang burung walet dan susu greenfield.

Diantara komoditi ekspor tersebut, yang menarik perhatian gubernur wanita pertama adalah daun kelor. Daun kelor tumbuhan dari suku moringaceae juga bisa dikenal dengan nama lain, limaran, moringa, ben-oil, drumstick, horseradish tree, dan malunggay di Filipina.

“Ternyata (daun kelor) sangat diminati di Korea Selatan,” kata Khofifah di sela pelepasan 12 ton daun kelor ke Negeri Ginseng, Kamis 21 Maret 2019.

Ekspor, menurut Khofifah menjadi bagian penting untuk mendatangkan devisa, mendorong penguatan pertumbuhan ekonomi di Jatim. Karenanya, pemprov ingin mengajak eksportir membangun hubungan kerjasama yang kuat dengan usaha kecil menengah (UKM) dan industri kecil menengah (IKM) .

BACA JUGA: Ngawi Ekspor 7 Ton Daun Nilam Ke India

Terutama sektor agro, petani perlu mendapatkan pendampingan. Tujuannya agar semua produk agro dapat memenuhi standard ekspor.

"Jadi membangun aliansi antara eksportir dengan petani, apakah lewat gabungan kelompok tani (gapoktan) atau kelompok tani nelayan andalan (KTNA),” bebernya.

Sejauh ini petani di Jatim belum seluruhnya memahami standar ekspor. Khofifah mencontohkan pertemuannya dengan petani paprika di sejumlah wilayah. Produksinya lumayan besar, tetapi tidak bisa ekspor.

Kendala yang dihadapi adalah pupuk kimia. Beberapa negara menolak komponen pupuk kimia yang digunakan petani paprika di Jatim. "Hal seperti ini perlu pendampingan. Bagaimana pupuk terlarang ini dapat tergantikan," tuturnya.

BACA JUGA: Lesunya Ekspor Non Migas Pengaruhi Neraca Perdagangan Jatim

Dalam pengiriman perdana daun kelor ini, Khofifah didampingi Kepala Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya Musyaffa' Fauzi. Pada kesempatan tersebut pengiriman perdana sebanyak 12 ton ke Korea Selatan.

“Ini baru pertama kali ekspor daun kelor. Nilainya mencapai Rp 13 milliar. Tapi itu hanya yang dilepas empat peti kemas saja," ujar Musyaffa' Fauzi.

Dia menambahkan daun kelor menjadi salah satu komoditas yang dikirim untuk ekspor dengan total keseluruhan 416 ton, yang terdiri atas produk agro dan beberapa hewan ternak. "Ini kan hanya empat peti kemas yang diseremonialkan, sebenarnya per hari bisa mengirim 200 kontainer,” ungkapnya.

Baca Juga

loading...