Pemprov Jatim Monitoring Kerugian Gempa Sumenep

Baehaqi Almutoif

Selasa, 2 April 2019 - 20:20

JATIMNET.COM, Surabaya - Perairan Madura kembali diguncang gempa bermagnitudo 5.0, Selasa 2 April 2019. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bergegas membentuk tim untuk memonitor kerugian dan korban.

"Saya sudah koordinasi dengan Kepala BPBD (Jawa Timur). Saya sudah koordinasi dengan Pak Sekda. Jadi sejauh sampai berjalan ke sini alhamdulillah belum tampak titik kerusakan," ujar Khofifah di Surabaya, Selasa 2 April 2019.

Pemprov masih memonitor terutama daerah kepulauan seperti Raas dan Sapudi. Sejauh ini laporan yang masuk kepada Khofifah baru ada satu orang yang dibawa ke Puskesmas. "Saya lihat di fotonya itu diinfus," ungkapnya.

BACA JUGA: Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Sumenep

Lebih lanjut monitoring pendataan dampak gempa dipimpin langsung oleh Sekdaprov Heru Tjahjono. Karena sesuai aturan di BNPB, pimpinannya adalah pejabat eselon I yang dalam hal ini Sekdaprov. Sementara untuk mengkoordinasikan teknis di lapangan Kepala BPBD Jawa Timur Suban Wahyudiono.

"Saya sudah mengkoordinasikan foto-foto yang terupdate. Saya sudah minta untuk terus dikoordinasikan, dan kita semua saling melakukan monitoring. Mudah-mudahan tidak ada hal yang mengkhawatirkan," bebernya.

Dikonfirmasi soal besaran kerugian akibat gempa, Khofifah meminta waktu untuk melakukan perhitungan. Dia menyebut ada konversi yang ditetapkan oleh aturan. Ada standar operasional prosedur untuk menghitung kerusakan.

BACA JUGA: Gempa Subduksi Sebabkan Bromo Semburkan Asap Gelap

"Rusak sedang berapa, kalau rusak ringan berapa. Saya rasa kita tetap menjalankan SOP itu," tandasnya.

Gempa bermagnitudo 5,0 terjadi di Sumenep, Jawa Timur Selasa 2 April 2019, pukul 08.22 WIB. Badan Meteorolog Klimatologi Geofisika (BMKG) melaporkan episentrum gempa berada di koordinat 7.24 LS dan 114.6 BT atau berada 84 kilometer sebelah tenggara Sumenep, dengan kedalaman 10 kilometer.

Baca Juga

loading...