Asap, abu dan gempa tidak meningkatkan status Bromo

Gempa Subduksi Sebabkan Bromo Semburkan Asap Gelap

Zulkiflie
Zulkiflie

Kamis, 14 Maret 2019 - 17:36

JATIMNET.COM, Probolinggo - Keluarnya semburan abu vulkanis Gunung Bromo, pada Kamis pagi sekitar pukul 07.00 WIB, masih dalam kotegori aman bagi masyarakat atau wisatawan di luar radius 1 kilometer dari bibir kawah.

Informasi itu disampaikan, Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api (MGA), Hendra Gunawan, Kamis 14 Maret 2019.

Melalui sambungan selulernya, Hendra menjelaskan jika aktifitas Gunung Bromo sejak satu bulan terakhir secara visual dicirikan dengan munculnya asap putih tipis hingga tebal.

Untuk Kegempaan dicirikan oleh amplitudo tremor yang kecil (1 mm), dimana ada beberapa kali goncangan gempa subduksi pada tanggal 19 Februari dan 10 Maret 2019.

BACA JUGA: Gunung Bromo Semburkan Abu Vulkanis

Gempa subduksi cukup mengganggu keseimbangan kawah Gunung Bromo, sehingga asap putih tipis sampai tebal yang keluar dari kawah Gunung Bromo sesekali berubah,  mengeluarkan hembusan abu tipis warna coklat.

"Secara umum, aktivitas Gunung Bromo tidak menunjukkan peningkatan aktifitas yang signifikan, atau bisa disimpulkan masih aman,"jelas Hendra.

Namun demikian, Hendra menghimbau masyarakat sekitar tetap menggunakan masker, agar aman dari paparan abu vulkanis.

Sementara dari pantauan di sekitar Gunung Bromo, paparan abu vulkanis nampak melekat di kap sejumlah kendaraan roda empat yang melintas ataupun yang terparkir di sejumlah rest area wisata dah hotel.

BACA JUGA: Aktivitas Wisata Gunung Bromo Mulai Normal Pasca Nyepi

Paparan abu vulkanis sendiri, berwarna hitam pekat dengan kontur abu tipis. Sedangkan cuaca di sekitar Gunung Bromo selalu berubah antara cerah atau hujan.

Baca Juga

loading...