Logo

Pemprov Jatim–Jerman Perkuat Transportasi Publik Lewat Proyek SRRL Surabaya Raya

Reporter:,Editor:

Jumat, 09 January 2026 08:23 UTC

Pemprov Jatim–Jerman Perkuat Transportasi Publik Lewat Proyek SRRL Surabaya Raya

Gubernur Khofifah dan Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak menemui Duta Besar Jerman untuk Indonesia, Ralf Beste yang berkunjung ke Gedung Negara Grahadi, Jumat, 9 Januari 2026. Foto: Januar

JATIMNET.COM, Surabaya — Pemerintah Provinsi Jawa Timur mendorong pembangunan Surabaya Regional Railway Line (SRRL) sebagai solusi utama penguatan transportasi publik di kawasan aglomerasi Surabaya Raya. Proyek transportasi massal tersebut mendapat dukungan strategis dari Pemerintah Jerman melalui KfW Development Bank dan ditargetkan memulai proses peletakan batu pertama pada 2027.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan, SRRL dirancang untuk menjawab persoalan mobilitas masyarakat Surabaya Raya yang memiliki tingkat pergerakan tinggi setiap hari. Kehadiran moda transportasi berbasis rel ini diharapkan mampu meningkatkan konektivitas sekaligus menekan biaya perjalanan masyarakat.

“SRRL dirancang untuk mempermudah, mempercepat, dan menekan biaya konektivitas masyarakat Surabaya Raya yang memiliki mobilitas tinggi,” jelas Khofifah, usai menerima kunjungan Duta Besar Jerman untuk Indonesia, Ralf Beste, bersama delegasi Kedutaan Besar Jerman, Uni Eropa, dan Polandia di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat, 9 Januari 2025.

BACA: Kasus Super Flu di Indonesia Meningkat, Ini Pesan Gubernur Khofifah

Dukungan terhadap proyek SRRL tersebut menjadi bagian dari kerja sama yang lebih luas antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Jerman. Selain penguatan transportasi publik, kerja sama kedua pihak juga mencakup penanganan perubahan iklim dan pemanasan global.

Khofifah menyebut Jerman memiliki komitmen kuat dalam pengelolaan sampah serta pengembangan teknologi ramah lingkungan yang relevan dengan kebutuhan Jawa Timur.

Di sektor kesehatan, Pemprov Jawa Timur membuka peluang kolaborasi pengembangan teknologi medis dan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan. Khofifah berharap kerja sama tersebut tidak hanya terbatas pada penyediaan peralatan kesehatan, tetapi juga mencakup pendampingan tenaga medis profesional dari Jerman.

“Kami harapkan kerja sama ke depan tidak hanya pada penyediaan alat kesehatan, tetapi juga pendampingan dokter spesialis Jerman untuk meningkatkan kualitas layanan medis,” ucap Khofifah.

BACA: Kunjungi Wisata Edukasi GUS, Begini Kesan Gubernur Khofifah

Menurutnya, keberadaan RSUD Dr. Soetomo sebagai rumah sakit rujukan terbesar di Indonesia menjadi modal penting untuk dikembangkan sebagai rumah sakit berstandar internasional.

Dukungan teknologi dan keahlian medis dari luar negeri dinilai akan memperkuat peran strategis rumah sakit tersebut. Kerja sama juga diarahkan pada pengembangan pendidikan vokasi.

Pemprov Jawa Timur membuka peluang program pelatihan jangka pendek atau short course bagi guru dan siswa untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan industri global.

Melalui kolaborasi lintas sektor ini, Pemprov Jawa Timur berharap pembangunan infrastruktur transportasi, peningkatan layanan kesehatan, serta penguatan pendidikan vokasi dapat berjalan selaras guna mempercepat pembangunan berkelanjutan di Jawa Timur