JATIMNET.COM, Surabaya - Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga Jawa Timur sedang menyelidiki penyebab amblesnya jalan penghubung Ponorogo-Pacitan di kilometer 227 Desa Wates, Kecamatan Slahung Kabupaten Ponorogo. Penyelidikan ini melibatkan tim geologi Universitas Gajah Mada.  

Kepala Dinas PU Bina Marga Gatot Sulistyo Hadi mengatakan, perbaikan dilakukan menunggu rekomendasi tim ahli dari Universitas Gajah Mada (UGM). "Masih mau didiskusikan dulu dengan tim geologi UGM. Konstruksi apa yang tepat dipakai perbaikan nanti," ujar Gatot dihubungi melalui selulernya, Rabu 3 April 2019.

BACA JUGA: Jalan Nasional Penghubung Ponorogo-Pacitan Ambles 0,5 Meter

Gatot mengatakan sangat membutuhkan rekomendasi tim ini untuk mengetahui penyebab amblesnya jalan. Sehingga, kata dia, diharapkan nanti penanganan yang tepat dapat dilakukan agar tidak kembali terjadi penurunan permukaan jalan.

Ia berharap rekomendasi tim ahli dari UGM segera keluar secepatnya mengingat jalan ambles ini menghubungkan dua kabupaten. "Secepatnya, nanti apa rekom dari tim tadi," ungkapnya.

Informasi menyebutkan terjadi penurunan permukaan jalan beberapa hari terakhir sehingga jalan terus mengalami ambles setiap harinya. Namun, belum diketahui secara jelas berapa sentimeter penurunan tanah per harinya.

"Setiap hari ada penurunan, karena di atas bukit kayaknya ada saluran air yang tersumbat, tapi apa iya karena itu. Kita tunggu hasil tim geologi," bebernya.

BACA JUGA: Ponorogo Anggarkan Rp 10 Miliar untuk Pilkades

Sekadar diketahui, retakan dan amblesnya jalan ini terlihat sejak beberapa bulan lalu. Awalnya hanya ada dua titik jalan yang ambles, dan masih bisa dilalui kendaraan besar. Namun sekitar satu bulan terakhir ini penurunan jalan sangat drastis, dari yang awalnya hanya sekitar 10 sampai 20 cm.

Saat ini penurunan jalan yang ambles memanjang sekitar 200 meter dengan kedalaman bervariasi, antara 10 cm hingga 50 cm. Perbaikan telah dilakukan dengan pengurukan agar jalan penghubung dua kabupaten ini bisa dilalui.