Pemkot Surabaya Luncurkan Aplikasi Transportasiku, Begini Manfaatnya

Khoirotul Lathifiyah

Jumat, 14 Juni 2019 - 21:28

JATIMNET.COM, Surabaya - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya telah meluncurkan aplikasi Transportasiku. Dengan aplikasi ini, masyarakat bisa lebih mudah memperoleh informasi lalu lintas di Kota Surabaya.

Kepala Dishub Surabaya Irvan Wahyudrajad mengatakan masyarakat pengguna aplikasi akan bisa mengetahui Suroboyo Bus terdekat, halte, slot lokasi parkir, jalur sepeda dan dapat melihat langsung streaming CCTV yang menampilkan kondisi terkini arus lalu lintas di jalan tertentu.

“Aplikasi ini sudah bisa diunduh di playstore, karena sudah kami launching pada Hari Jadi Kota Surabaya ke-726 pada 31 Mei 2019,” kata Irvan saat diwawancarai di Park and Ride Mayjend Sungkono, Jumat 14 Juni 2019.

BACA JUGA: Bus Suroboyo Hasilkan APBD Melalui Botol Plastik

Irvan mengatakan aplikasi ini memuat semua aplikasi yang sebelumnya sudah dikembangkan oleh dishub. Dishub mengembangkannya sesuai dengan kebutuhan masyarakat di berbagai bidang transportasi.

Berbagai platform tersedia mulai dari Gobis untuk Suroboyo Bus, Go Parkir untuk mengetahui slot parkir dan data-data parkir, e- Dishub dan berbagai aplikasi lainnya.
    
“Berbagai aplikasi ini mungkin terlalu banyak ya, maka kita kembangkan 'Transportasiku' ini untuk semua. For all. Satu aplikasi untuk semua. Baik untuk kendaraan pribadi dan angkutan umum serta arus lalu lintas di Kota Surabaya,” kata dia.

Irvan mengatakan platform ini memang masih trial. Namun, pihaknya akan terus mengembangkan dan menyempurnakannya.

BACA JUGA: Suroboyo Bus dengan Fasilitas Baru Diluncurkan

Sejak dilaunching, aplikasi ini banyak yang mengapresiasinya. Karena itu, dishub akan terus mengembangkannya. “Satu minggu lalu, yang mendownload sudah 500 pengguna. Kami optimis akan terus bertambah setelah gencar disosialisasikan,” kata dia.

Dalam satu atau dua bulan ke depan, pihaknya akan mengembangkan notifikasi atau semacam peringatan ketika ada jalan yang ditutup, jalan macet, dan ada kegiatan yang menutup jalan atau menghambat jalan.

Irvan berharap hanya dengan gawai, masyarakat mengetahui lebih awal jalur yang harus diambil untuk menghindari kemacetan. “Ini yang paling penting, karena masyarakat butuh informasi tentang kawasan-kawasan atau jalur yang macet,” kata dia.

Baca Juga

loading...