Bus Suroboyo Hasilkan APBD Melalui Botol Plastik

Khoirotul Lathifiyah

Rabu, 12 Juni 2019 - 20:37

JATIMNET.COM, Surabaya – Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Kota Surabaya telah melakukan lelang sampah plastik yang dihasilkan dari Suroboyo Bus. Sampah tersebut hasil pengepulan selama kurang lebih satu tahun terakhir.

Kepala Plt Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Eri Cahyadi mengatakan sampah botol plastik tersebut telah dilelang secara terbuka oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN).

Sampah yang terkumpul selama periode April 2018 hingga Januari 2019 mencapai 39 ton botol plastik, dan telah menghasilkan duit sebesar Rp 150 juta dari hasil lelang.

“Lelangnya dimenangkan PT Langgeng, Insya Allah dalam waktu dekat ini sisanya akan kami lelang lagi. Karena ini masuk kekayaan daerah, jadi pelelangannya melalui DJKN,” kata Ery, seusai sidak di proyek pemasangan box culvert di Jalan Margomulyo, Rabu 12 Juni 2019.

BACA JUGA: Suroboyo Bus dengan Fasilitas Baru Diluncurkan

Adanya Suroboyo Bus selama satu tahun terakhir ini, lanjut Eri, memiliki dua tujuan. Pertama ampuh mengurangi sampah plastik dalam kota, sedangkan tujuan kedua mengurai kepadatan lalu lintas. Selain itu, Suroboyo Bus juga dapat menambah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Sebab hasil lelang sampah itu nantinya akan dimasukkan ke Pendapatan Asli Daerah (PAD), kemudian melalui Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), barulah masuk ke APBD hingga dibelanjakan untuk kebutuhan pemkot.

“Hasil ini nantinya akan kami kaji lagi, apakah perlu tidaknya penambahan Suroboyo Bus di Surabaya. Karena ini memiliki manfaat untuk mendongkrak pendapatan daerah,” jelasnya.

Ia mengimbau masyarakat tentang wacana penambahan Suroboyo Bus ini sebagai transportasi massal. Jika seperti itu, secara tidak langsung jumlah transportasi pribadi diharapkan berkurang dan beralih menjadi transportasi massal.

BACA JUGA: Pemkot Tambah Dua Halte Suroboyo Bus

Kedepannya Bappeko akan menambah fasilitas yang ada dalam bus, agar minat menggunakan transportasi massal semakin meningkat.

“Insya Allah penambahan pasti ada, bila Suroboyo Bus ini benar-benar efektif, akan kami kaji lagi untuk ditambah hingga ke pelosok-pelosok Surabaya,” Eri menjelaskan.

Dengan begitu, jalur Suroboyo Bus akan ditambah. Karena sejauh ini banyak keluhan waktu tunggu yang terlalu lama. Namun sebelum melakukan penambahan, pihaknya akan melakukan berkoordinasi dengan Dishub Surabaya, apakah menambah bus atau rutenya yang ditambah.

Dalam kesempatan itu, Eri menjelaskan kota Surabaya memiliki banyak cara untuk mengurangi sampah. Selain memanfaatkan Suroboyo Bus, bisa juga dengan pengolahan sampah di rumah kompos, yang pupuknya bisa didapat gratis warga.

Baca Juga

loading...