Pemkot Surabaya Gagas Kampung Peneleh Jadi Wisata Berbasis Digital

Khoirotul Lathifiyah

Senin, 20 Mei 2019 - 15:55

JATIMNET.COM, Surabaya - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menggagas kampung wisata berbasis digital di kawasan Lawang Seketeng IV RW 15 Kelurahan Peneleh.

Kepala Humas Pemkot Surabaya Fikser mengatakan, rencana tersebut digagas usai Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini melakukan penelusuran di Kampung Peneleh, Sabtu 18 Mei 2019.

“Saat ini Dinas Pariwisata (Disparta) Surabaya dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan tengah mengkaji dan mengumpulkan data sejarah kampung tersebut,” kata Fikser, Senin 20 Mei 2019.

BACA JUGA: Pemkot Lestarikan Temuan Jobong di Peneleh

Selama setahun belakangan, Pemkot Surabaya juga sudah membenahi kawasan tersebut seperti saluran air, pavingisasi, dan kebersihannya. Selanjutnya, warga sekitar akan diberi pelatihan agar turut serta menjaga cagar budaya dan kampung wisata Peneleh.

Di kawasan itu, kata Fikser, akan dibuat etalase atau museum kecil untuk memajang temuan benda-benda bersejarah yang ditemukan di sana.

Salah satu ikon bersejarah di kawasan Lawang Seketeng IV RW 15, Kelurahan Peneleh, adalah Langgar Dukur Kayu Lawang Seketeng yang konon dibangun sejak 1893.

BACA JUGA: Sumur Kuno di Peneleh Butuh Penelitian Lebih Lanjut

Warga juga menunjukkan Alquran kuno yang tidak dilengkapi nomor surat dan juzznya. Kemudian ada makam tumpuk, rumah kuno yang diduga terdapat lukisan tangan Bung Karno serta meja peninggalan Bung Tomo.

Kemudian di kawasan Pandean Gang 1, terdapat Sumur Jobong Majapahit yang sudah didesain sedemikian rumah oleh Pemkot Surabaya. Penutup sumur itu pun ditulisi bahwa Sumur Jobong ini terbuat dari terakota. Sumur Jobong seperti ini banyak terdapat pada situs-situs permukiman pada masa Hindu-Buddha khususnya di Trowulan yang  merupakan bekas Ibu Kota Majapahit.

Bahkan, Wali Kota Risma ditunjukkan batu bata dan beberapa gerabah bongkahan keramik serta tulang belulang yang ditemukan di dalam sumur itu. Saat itu, Wali Kota Risma juga sempat membuka beberapa dokumen hasil kajian tim dari Trowulan tentang Sumur Jobong.

Baca Juga

loading...