Pemkot Surabaya Bangun Instalasi Penanganan Limbah B3 di Benowo

Penanganan limbah B3 diharapkan teratasi tahun ini
Khoirotul Lathifiyah

Sabtu, 1 Juni 2019 - 14:19

JATIMNET.COM, Surabaya - Pemerintah Kota Surabaya akan membangun instalasi penanganan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) di Kelurahan Tambak Osowilangun, Kecamatan Benowo.

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bappeko) Eri Cahyadi berharap upaya penanganan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) bisa teratasi tahun 2019 ini.

Instalasi penanganan limbah B3 ini perlu segera direalisasikan menyusul Kota Surabaya memiliki banyak rumah sakit yang tersebar di seluruh kota.

BACA JUGA: Emil Tak Persoalkan Pembangunan Dua Tempat Pengolahan Limbah B3

"Saat ini tim kami mengkaji terkait luasan, lingkungan sekitar dan juga cara pembuangan limbah B3 seperti apa," kata Eri Sabtu 1 Juni 2019.

Ia menyampaikan bangunan rincinya akan ditangani langsung oleh cipta karya. Namun pada tahap awal ini, pihaknya masih akan mencari tahu dampak lingkungan sekitar pembuangan limbah B3.

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bappeko) Eri Cahyadi. Foto: Khoirotul Lathifiyah

Menurut Eri, jika tahapan tersebut sudah selesai, pemkot akan mulai merancang bangunannya. Menurut rencana, instalasi limbah B3 ini akan dibangun di Kelurahan Tambak Osowilangon Surabaya.

Sebelumnya, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan keberadaan pembuangan limbah B3 sangat mendesak. "Iya, jadi bukan penyimpanan, tapi pengolahan, jadi selama ini membuang ke Mojokerto, tapi di sana juga ada masalah, dibuang biayanya sudah besar," kata dia.

Menurutnya, penampungan limbah B3 ini sangat mendesak karena Kota Surabaya menghasilkan limbah yang cukup banyak. Hal ini karena Surabaya mempunyai 89 rumah sakit, puskesmas maupun klinik dengan jumlah total sebanyak 400.

BACA JUGA: Pengelolaan Limbah B3 di Jatim Sudah Mendesak

Risma mengatakan pemkot sudah mempunyai kajian lahan yang akan dibangun untuk penanganan limbah B3 yang berada di Tambak Osowilangon dengan luas empat hektare. "Sudah siap, udah ada amdalnya, jadi tinggal pelaksanaan aja," kata dia.

Ia juga mengatakan sebenarnya setiap rumah sakit bisa membuat tempat penanganan limbah B3 sendiri. Namun, karena keterbatasan lahan membuat rumah sakit tidak bisa membuatnya.

Perlu diketahui, sebelumnya pemkot sudah membentuk tim khusus pada Selasa 15 Mei 2019 untuk mengkaji pembuatan pengelolaan limbah B3. Pemkot merencanakan untuk berkunjung dan mempelajari pengelolaan limbah B3 ke sister city di Kota Kitakyushu, Jepang. Kota tersebut memang paling berpengalaman dalam mengelola limbah B3.

Baca Juga

loading...