Logo

Pemkot Probolinggo Siap Dukung Makan Bergizi Gratis dan Waspada Cuaca Ekstrem

Reporter:,Editor:

Kamis, 16 January 2025 05:15 UTC

Pemkot Probolinggo Siap Dukung Makan Bergizi Gratis dan Waspada Cuaca Ekstrem

RAKOR. Rapat Koordinasi Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial Kota Probolinggo, Kamis, 16 Januari 2025. Foto: Diskominfo Kota Probolinggo.

JATIMNET.COM, Probolinggo – Memasuki minggu ketiga tahun 2025, Kota Probolinggo semakin intensif mempersiapkan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Program yang menjadi salah satu prioritas Presiden Prabowo Subianto tersebut menjadi perhatian utama dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial, Kamis, 16 Januari 2025, di Command Center Kantor Wali Kota Probolinggo.  

Rakor tersebut dipimpin langsung Penjabat Wali Kota Probolinggo Taufik Kurniawan bersama Sekretaris Daerah Ninik Ira Wibawati dan perwakilan Forkopimda.

Taufik menyampaikan apresiasinya atas kerja sama seluruh pihak yang menjaga Kota Probolinggo untuk tetap aman dan kondusif. Ia mengaku bersyukur kondisi Kota Probolinggo tetap aman.

BACA: Pj Wali Kota dan Ketua DPRD Kota Probolinggo Tinjau Dapur Makan Bergizi Gratis, Ini Sarannya

"Sinergi antara masyarakat, Forkopimda, TNI, Polri, tokoh agama, dan tokoh masyarakat adalah kunci stabilitas ini," katanya.

Taufik menyebut salah satu poin penting dalam rakor, yakni mengenai kesiapan Kota Probolinggo dalam mendukung pelaksanaan program MBG.
  
Meski pelaksanaannya menjadi kewenangan Badan Gizi Nasional (BGN), Pemerintah Kota Probolinggo harus siap memberikan dukungan penuh.  

BACA: Turunkan Stunting, PLN Nusantara Power Beri Makan Bergizi bagi Siswa SD di Probolinggo

"Kemarin saya sempat mengecek ke dapur MBG untuk memastikan apa yang bisa dibantu. Secara fisik, semuanya sudah siap, hanya tinggal melengkapi beberapa hal," katanya.

Selain membahas MBG, rakor juga menyoroti berbagai isu, seperti keamanan pascapilkada, pencegahan bahaya narkoba, hingga kesiapsiagaan menghadapi musim hujan dan ancaman bencana hidrometeorologi.  
 
"Kita harus waspada terhadap cuaca ekstrem, potensi banjir, pohon tumbang, hingga wabah penyakit seperti DBD. Semua pihak harus terus bersinergi untuk melindungi masyarakat," ujarnya.

Rakor yang dihadiri kepala perangkat daerah, camat, dan lurah ini berlangsung secara luring dan daring.