Rabu, 01 December 2021 01:40 UTC

ANGKUTAN SEKOLAH. Sejumlah angkutan pedesaan yang menunggu penumpang di Terminal Seloaji Ponorogo. Angkutan ini akan digunakan sebagai Angkutan Cerdas Sekolah (ACS). Foto: Gayuh Satria
JATIMNET.COM, Ponorogo – Angkutan Cerdas Sekolah (ACS) yang sempat terhenti pada 2021 karena imbas pandemi dan banyak sekolah yang dilakukan secara daring, pada 2022 mendatang akan kembali dianggarkan sebesar Rp894 juta untuk biaya operasional.
Kabid Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Ponorogo Suwanto mengatakan pihaknya akan melakukan pendataan terlebih dahulu kepada beberapa sekolah terkait jumlah siswa yang sedianya akan menggunakan jasa ACS. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui berapa jumlah penumpang dan armada yang akan dijalankan untuk setiap rutenya.
BACA JUGA: Di Tengah Pandemi, Tiga Ponpes di Ponorogo Dapat Bantuan Bus Sekolah
“Untuk pengelolaan ACS nantinya apakah akan swakelola seperti pada tahun-tahun sebelumnya atau proses pengadaan melalui lelang, masih akan kita tunggu aturan selanjutnya,” kata Suwanto, Rabu, 1 Desember 2021.
Suwanto merinci beberapa sekolah yang saat ini masuk dalam pendataan seperti SMP 1, 2, 3, 4, 5, 6 Ponorogo, SMP 1 Jetis, MTS Jenangan dan MTS Jetis, serta beberapa sekolah lain yang sekiranya memiliki banyak siswa dari beberapa kecamatan dan dilalui trayek ACS.
“Terlebih saat ini angka kecelakaan siswa sekolah sangat tinggi sehingga ACS ini bisa menjadi solusi,” ujar Suwanto.
BACA JUGA: Organda Ponorogo Mencatat Lebih dari 200 Bus Terimbas Larangan Mudik
Ia menambahkan dengan anggaran sebesar Rp894 juta tersebut, maka jika melihat pada tahun 2020 akan dapat digunakan untuk membiayai 43 ACS selama kurang lebih enam sampai tujuh bulan. Namun, jika memang pada 2022 ada banyak hari libur, maka anggaran tersebut dapat digunakan untuk operasional ACS selama delapan bulan lebih.
“Untuk armada ACS sendiri sebelumnya merupakan angkutan pedesaan (angkodes) dan bus mini yang lebih sering ngetem di terminal karena sepi penumpang,” kata Suwanto.
