Pemkab Madiun Gelar Pasar Murah Bahan Pokok

Nd. Nugroho
Nd. Nugroho

Kamis, 16 Mei 2019 - 22:49

JATIMNET.COM, Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun menggelar tiga kali pasar murah selama bulan Ramadan. Kegiatan yang bertujuan mengendalikan harga ini kali pertama dibuka di Desa Cabean, Kecamatan Sawahan, Kamis 16 Mei 2019.

Setelah itu, pasar murah juga akan digelar di Desa Dempelan, Kecamatan Madiun pada Senin 20 Mei 2019. Kemudian, di halaman Pendapa Ronggo Djumeno kompleks Pusat Pemerintahan Kabupaten Madiun di Caruban pada Jumat 24 Mei 2019.

“Harga komoditas di pasar murah ini cukup terjangkau mengingat harga yang cenderung naik setiap Ramadan dan menjelang Lebaran,” kata Wakil Bupati Madiun Hari Wuryanto di sela pelaksanaan pasar murah di Desa Cabean, Kamis 16 Mei 2019.

BACA JUGA: Ramadan, Pemprov Jatim Gelar Bazar Bahan Pokok

Warga kurang mampu, menurut dia, termasuk Aparatur Sipil Negara (ASN) golongan II. Karena itu, pasar murah dengan sasaran khusus bagi mereka dibuka di lingkungan sekretariat pemkab. Adapun komoditas yang dijual, yaitu beras, gula pasir, minyak goreng, dan mi instan.

Harga masing-masing komoditas itu, wabup menyatakan, mendapat subsidi ongkos angkut sebesar tiga persen dari pemkab setempat. Sehingga, harganya lebih terjangkau.

Untuk per kilogram gula pasir, misalnya, dapat dibeli dengan harga Rp 9 ribu per kilogram. Padahal harga di pasaran berkisar antara Rp 12 ribu hingga Rp 13 ribu per kilogram.

Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro (Disperdagkop-UM) Kabupaten Madiun Anang Sulistijono mengatakan, bahwa teknis pembelian diberlakukan dengan menggunakan kupon.

BACA JUGA: Ikan Asap Pantura Probolinggo Laris Manis Saat Ramadan

Bagi warga di desa yang kebagian jatah pelaksanaan pasar murah, pembagian kupon dilakukan oleh pemerintah desa. “Ini untuk menghindari monopoli oleh pedagang (yang mungkin membeli untuk kulakan),” ujar dia.

Selain bahan pokok, menurut Anang, dalam pasar murah juga dijual beberapa kebutuhan lain seperti pakaian. Sebab, kegiatan itu diikuti oleh seluruh organisasi perangkat daerah, Badan Usaha Milik Daerah, dan Badan Umum Milik Negara.

Petugas dari masing-masing instansi menggelar dagangannya di stan yang disediakan “Untuk leading sector-nya di dinas kami (Diperdagkop-UM),” kata Anang.

Baca Juga

loading...