Pemerintah Identifikasi Potensi Titik Rawan Macet Mudik 2019

David Priyasidharta

Sabtu, 27 April 2019 - 10:58

JATIMNET.COM, Jakarta - Pemerintah mulai memetakan potensi titik rawan macet pada mudik 2019. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi sejak dini dengan berbagai skenario di lapangan.

Persoalan ini menjadi pembahasan dalam Rapat Koordinasi Persiapan Arus Mudik 2019 yang dipimpin Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Jumat 26 April 2019 di Gedung Bina Graha, Jakarta.

Dalam pemetaannya, potensi kerawanan dan kemacetan arus mudik 2019 diperkirakan akan terjadi pada ruas tol Jakarta - Cikampek, terutama pada persimpangan Cikunir dan gerbang tol Cikarang Utama.

Simpang Cikunir menjadi titik kritis pertama arus kendaraan dari arah Jakarta menuju Cikampek, karena titik ini menjadi pertemuan arus kendaraan dari arah Rorotan maupun Jatiasih yang akan bergerak ke timur.

BACA JUGA: Diresmikan Jokowi, Tol Paspro Gratis Selama Dua Minggu

Selain itu, di titik ini juga terjadi pertemuan tiga proyek besar yakni pengerjaan LRT Jabodetabek, kereta cepat, dan jalan tol layang (elevated tol).

Tim Kantor Staf Presiden pada Rabu 24 April 2019 lalu turun ke lapangan dan telah mendapatkan penjelasan dari PT Waskita Karya dan PT Adhi Karya terkait titik kritis tersebut.

Untuk mengatasi potensi kemacetan, sedang dilakukan pembuatan ramp tambahan di gerbang Cikunir, serta pengembalian lajur jalan dari 2 lajur akibat adanya pembangungan proyek, dikembalikan lagi menjadi 4 lajur.

BACA JUGA: Organda Jatim Sambut Baik Pembayaran Digital Bus Patas Surabaya-Malang

“Kami datang ke lapangan untuk memastikan bahwa pekerjaan tersebut terus dikebut sehingga diperkirakan dapat diselesaikan pada akhir Mei 2019,” kata Deputi I Kepala Staf Kepresidenan Darmawan Prasodjo dalam laman Kementerian Kominfo.

Dengan pembuatan ramp dan penambahan lajur jalan serta diperkuat oleh rekayasa marka jalan, persimpangan Cikunir diharapkan tidak akan mengalami penyumbatan pada saat arus kendaraan menjelang mudik makin meningkat.

“Pengerjaan pembuatan ramp dan penambahan lajur jalan di titik Cikunir akan kami selesaikan pada bulan Mei ini,” ujar Bambang Riyanto, Direktur Operasional PT Waskita Karya.

BACA JUGA: Tol Pandaan-Malang Siap Beroperasi pada Mei 2019

Sedangkan gerbang tol Cikarang Utama yang selama ini menjadi sumber kemacetan di jalur Jakarta-Cikampek mulai tahun ini sudah dapat dipecahkan. Caranya adalah menggeser gerbang Cikarang Utama (KM 30) ke arah timur di KM 70 daerah Cikopo.

Dengan penggeseran tersebut, arus antrean akan semakin lancar karena memecah sistem pembayaran.

“Penggeseran gerbang tol Cikarang Utama diharapkan akan mengurangi beban jalan sampai dengan 60 persen karena sudah terpisah antara pemudik yang akan menuju ke Bandung dan pemudik yang menuju ke Cirebon,” kata Direktur Utama Jasa Marga Desi Arryani.

Sementara di jalur jalan tol Trans Sumatera, Pemerintah sudah mewaspadai potensi kemacetan di ujung jalan tol Terbanggi Besar. Oleh karena itu, sejak saat ini antisipasi terhadap potensi kemacetan tersebut sudah dicari jalan keluarnya.

Baca Juga

loading...