JATIMNET.COM, Surabaya – DPD Organisasi Pengusaha Angkutan Darat (Organda) Jawa Timur menyambut baik sistem pembayaran elektronik yang akan diterapkan untuk bus patas jurusan Surabaya-Malang. Organda berharap inovasi ini dapat menekan kecurangan serta kebocoran tarif saat operasional.

“Bagi kami pengusaha sangat senang penggunaan e-payment. Karena ini bisa mengurangi peredaran uang di kru, sehingga kebocoran bisa ditekan,” ujar Ketua DPD Organda Jatim, Busairi Mustafa, Senin 15 April 2019.

Dengan berkurangnya peredaran uang di dalam bus, setidaknya dapat mengurangi kecurangan. Misalkan perjalanan dari Surabaya ke Malang, hanya dilaporkan Surabaya-Pandaan.

Pun demikian dengan kebocoran, dirinya berharap tidak lagi ada setoran yang mengalir ke calo. Dengan begitu seluruh hitungan pendapatan bisa terukur dengan jelas.

BACA JUGA: Penumpang Bus Patas Surabaya-Malang Bisa Bayar Pakai Uang Elektronik

“Trayek Surabaya-Malang sudah sangat tepat sebagai pilot project. Di trayek ini ada 70 armada dengan total 280 perjalanan, atau setiap bus beroperasi empat kali pulang-pergi. Seluruh perusahaan otobus juga sudah saling kenal,” bebernya.

Hanya saja yang menjadi catatan Mustafa adanya risiko di perjalanan. Pihaknya meminta Transtek memikirkan segala risiko yang terjadi selama perjalanan.

“Misalnya busnya mogok, ini kan akan ada perpindahan ke bus lain atau pengalihan bus yang mungkin saja tidak satu PO. Perpindahan ini harus dipikirkan bagaimana mekanismenya menggunakan e-payment,” tuturnya.

Sekadar diketahui, Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Timur berkerjasama dengan PT Transtek terkiat penyediaan pembayaran elektronik tersebut. Para calon penumpang bisa mendapatkannya di terminal, baik Bungurasih maupun Arjosari.

BACA JUGA: Dishub Surabaya Tambah Enam Unit Emergency Panic Button

Ke depan, penyediaan kartu bisa dibeli di sejumlah minimarket. Dengan begitu memudahkan masyarakat untuk mendapatkannya.

Sementara itu, Head of Payment PT Digios Bios Rully Soewandibio mengatakan, pengembangan pembayaran elektronik ini akan melebur dengan digital payment yang dikeluarkan bank.

Misalkan e-money milik Mandiri, BCA Flazz, maupun Brizzi milik BRI. Dengan begitu memungkinkan untuk calon penumpang menggunakan e-toll sebagai pembayaran elektronik bus patas jurusan Surabaya-Malang.

“Sekarang masih menggandeng BNI. Nantinya akan banyak lagi bank yang gabung. Memungkinkan juga gabung dengan e-toll agar tidak terlalu banyak kartu,” tandasnya.