Dishub Surabaya Tambah Enam Unit Emergency Panic Button

Khoirotul Lathifiyah

Jumat, 8 Maret 2019 - 17:15

JATIMNET.COM, Surabaya – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya berencana menambah enam unit fasilitas Emergency Panic Button atau tombol darurat yang terkoneksi langsung dengan Comand Center (CC) 112.

Kepala Dinas Perhubungan Irvan Wahyudrajad menjelaskan ditambahnya tombol darurat tersebut untuk mengantisipasi terjadinya kejahatan pada wilayah tertentu. Diharapkan dengan alat bantu ini keamanan masyarakat dapat terjamin dengan baik, sehingga masyarakat tidak khawatir atau takut jika berada di tempat umum.

"Sebelumnya kami telah melakukan uji coba di dua tempat. Di antaranya di seputaran Jalan Ir Soekarno – Kedung Baruk dan Jalan Dupak," kata Irvan saat dikonfirmasi melalui telepon, Kamis 7 Maret 2019.

BACA JUGA: Dishub Surabaya Kaji Transportasi Air di Sungai Surabaya

Untuk penentuan lokasi, Dishub akan koordinasi dengan Polisi agar bsia ditempatkan di lokasi yang tepat dan merupakan daerah rawan kejahatan.

Saat ini, Dishub sedang melakukan pemutakhiran sistem jaringan alat tersebut agar berfungsi maksimal. Sebelum alat bantu dipasang, hingga kini Dishub masih melakukan sosialisasi kepada masyarakat Kota Surabaya.

"Dengan sosialisasi ini diharapkan warga dapat memahami fungsi utama fasilitas ketika menggunakan alat tersebut," katanya.

BACA JUGA: Dishub Surabaya Akan Sita Bentor yang Berkeliaran di Jalan

Irvan menjelaskan, masyarakat yang dalam keadaan darurat bisa langsung menekan tombol yang tersedia di tiang Emergency Panic Button, Tombol ini tersambung langsung ke operator pusat komando 112 dan akan direspons secara cepat.

Enam unit baru Emergency Panic Button tersebut juga dilengkapi dengan kamera pemantau Close Circuit Television (CCTV) untuk mengantisipasi adanya laporan palsu saat tombol emergency tersebut ditekan.

“Kalau tidak disosialisasikan nanti masyarakat yang belum paham akan menggunakan alat tersebut secara coba-coba, karena kan saat ini juga marak penelpon palsu yang masuk ke CC 112. Jadi kami sosialisasikan secara terus menerus.  Pastinya nanti wajah pelapor akan terekam dari kamera CCTV,” ujarnya.

BACA JUGA: Bus Tumpuk hingga Trem, Transportasi Tempo Dulu di Surabaya

Emergency Panic Button ini menggunakan tenaga solar sel, selain itu juga akan ada penambahan beberapa fitur terbaru agar masyarakat dapat terlayani dengan maksimal.

“Alat ini akan kami bekali tekonologi yang lebih baru lagi, fitur-fiturnya masih kami rancang, nanti kalau sudah terpasang kami sampaikan lagi. Yang pasti alat baru ini lebih canggih dari sebelumnya,” kata Irvan.

Irvan menjelaskan bahwa program ini merupakan rencana yang akan diselesaikan tahun 2019. Namun pihaknya belum bisa memastikan lokasi dan waktu pemasangan alat tersebut. Karena hingga saat ini rencana pemasangan Emergency Panic Button masih dalam tahap pembahasan dan lelang.

Baca Juga

loading...