Pembangunan Bandar Udara Kediri Tunggu Penlok

Baehaqi Almutoif

Rabu, 6 Maret 2019 - 19:56

JATIMNET.COM, Surabaya – Pembangunan bandara di Kediri yang merupakan proyek strategis nasional masih membutuhkan penentuan lokasi. Menurut Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur Fattah Jasin, pembangunan Bandara Kediri masih menunggu dua penentuan lokasi.

Mantan Asisten II Setdaprov Jawa Timur itu menyebut penentuan lokasi (penlok) sektor dikeluarkan Kementerian Perhubungan, sementara untuk penentuan lokasi tata ruang akan dilakukan di Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

“Kami sudah rapat dengan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Kementerian Perhubungan. Dalam rapat itu sudah ditentukan dua penlok tersebut, untuk sektor dikeluarkan kemenhub, sedangkan penlok tata ruang atau lokasi dikeluarkan Gubernur Jatim,” urai Fattah Jasin, Rabu 6 Maret 2019.

BACA JUGA: Bandara Kediri Diusulkan Terhubung dengan Tol

Penlok sektor dari Kementerian Perhubungan dibutuhkan untuk persetujuan desain pembangunan bandar udara. Sementara penlok dari Pemprov Jatim digunakan sebagai acuan pelepasan lahan.

Diterangkan Fattah Jasin bahwa PT Surya Dhoho Investama yang merupakan anak perusahaan PT Gudang Garam tinggal menunggu keluarnya kedua penlok.

“Menurut Badan Pertanahan Nasional (BPN), sesuai Undang-undang nomor 22 tahun 2012 gubernur tetap harus mengeluarkan penlok untuk lokasi pembebasan tanah. Jadi nanti jika dibutuhkan konsinyasi di pengadilan dapat dilakukan," ungkapnya.

BACA JUGA: Perekonomian Kota Kediri Terimbas Pertumbuhan Nasional

Sembari menunggu keluarnya penlok, menurut Fattah, PT Surya Dhoho Investama sudah melakukan sosialisasi dan membebaskan lahan warga. Setidaknya sudah 300 hektar dari 500 hektar total kebutuhan pembuatan bandara.

Ia menyebutkan, Kemenko Maritim sudah menyatakan percepatan pembangunan Bandar Udara Kediri. Bandara yang diyakini mampu mengatasi disparitas wilayah Selatan Jawa Timur bagian Barat segera dapat dibangun.

“Lokasi ini sudah dapat rekomendasi dari TNI AU, karena wilayah udara Jatim bagian barat dan selatan cukup banyak pergerakan pesawat tempur,” bebernya.

Sebelumnya Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menuturkan, pengerjaan Bandar Udara Kediri dikebut dalam 1,5 bulan kedepan. Tinggal yang harus di- support pemprov adalah rencana tata ruang wilayah.

Baca Juga

loading...