Perekonomian Kota Kediri Terimbas Pertumbuhan Nasional

Rochman Arief

Selasa, 8 Januari 2019 - 12:17

JATIMNET.COM, Kediri –Bank Indonesia (BI) Kediri menyatakan membaiknya perekonomian di Kota Tahu imbas langsung dari pusat (nasional) yang menunjukkan trend positif.

“Saya melihat perekonomian nasional tahun ini fundamentalnya kuat, sektor fiskal APBN mulai surplus keseimbangan primernya. Sejak 2012 sampai 2017, keseimbangan primer selalu defisit,” kata Kepala Perwakilan BI Kediri Djoko Raharto, Selasa 8 Januari 2019.

Ia menjelaskan bahwa saat ini keseimbangan primer sudah surplus sekitar Rp 5 triliun, sehingga sudah ada kenaikan dibanding sebelumnya yang selalu defisit. Selain itu, sektor moneter untuk stabilitas ekonomi juga terjaga.

“Sektor moneter stabilitas ekonomi terjaga, inflasi rendah sesuai target, cadangan devisa meningkat, nilai tukar menguat, tidak separah seperti Argentina, Yunani maupun Rusia. Artinya secara otomatis jika perekonomian kuat berimbas ke daerah, apalagi infrastruktur sudah mulai selesai, dan ini bisa fokus ke sektor lain," kata Djoko.

BACA JUGA: BI Kediri Alokasikan Rp 4 Triliun

Sementara itu, Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar mengemukakan pemerintah kota terus berkomitmen untuk memperbaiki berbagai macam sektor, baik ekonomi, sosial, pendidikan, maupun sektor lainnya.

“Angka kemiskinan relatif turun dari 2017 dari 8,49 persen menjadi 7,68 persen pada 2018. Kolaborasi dengan BPS mampu menurunkan angka kemiskinan maupun pengangguran terbuka di Kota Kediri,” kata dia.

Beberapa program yang dibuat untuk mengatasi angka kemiskinan misalnya pemberian beasiswa untuk siswa dari keluarga miskin, program rencana strategi daerah, perbaikan rumah tidak layak huni, program pengajaran bahasa inggris secara gratis english massive.

Selain itu, juga terdapat program pemberdayaan masyarakat (prodamas), pemberian SPP gratis untuk SD, SMP, pemberian seragam gratis, dan program lainnya.

BACA JUGA: Kopi Wonosalam Miliki Daya Pikat Di Kediri

Selain itu, Abdullah Abu Bakar juga mengungkapkan angka pengangguran terbuka di Kota Kediri, turun di bawah angka pengangguran terbuka Provinsi Jawa Timur. Di mana pada tahun 2018 angka pengangguran di Kota Kediri sebesar 3,63 persen sedangkan Provinsi Jawa Timur mencapai 3,99 persen.

Abdullah Abu Bakar juga menyampaikan pada 2014 angka pengangguran terbuka di Kota Kediri masih mencapai 7,66 persen dan Jatim 4,49 persen, tahun 2015 pengangguran melebar menjadi 8,46 persen dan Jatim 4,47 persen. Sedangkan tahun 2017 pengangguran di Kota Kediri bisa turun hingga 4,68 persen dan Jatim mencapai 4,00 persen.

Ia juga mengungkapkan, pemkot membuka perizinan selebar-lebarnya untuk menarik lebih banyak investor agar bisa memberi dampak positif bagi perekonimian kota hingga bisa menekan angka pengangguran. (ant)

Baca Juga

loading...