Pelindo Integrasikan Sistem Pembayaran Jasa Pelabuhan secara Nasional

Baehaqi Almutoif

Sabtu, 15 Juni 2019 - 09:04

JATIMNET.COM, Surabaya - PT Pelindo I, II, III, dan IV (Persero) mengembangkan Integrated Billing System (IBS). Sistem ini mengintegrasikan pembayaran jasa pelabuhan secara nasional.

Direktur Utama Pelindo III Doso Agung mengatakan, sistem ini terlaksana atas arahan Menteri BUMN Rini Soemarno.

“Sebelumnya setiap Pelindo memiliki sistem pembayaran sendiri yang berlaku sesuai wilayah kerjanya masing-masing,” ujar Doso dalam keterangan resminya, Jumat 14 Juni 2019.

Pelindo III sebenarnya sudah mengimplementasikan single portal IBS yang memiliki layanan, yaitu e-registration, e-booking, e-tracking, e-payment, e-invoice, e-billing, dan e-care.

BACA JUGA: Ekonomi Stabil, Rating Pelindo III di S&P Naik

Semuanya itu telah mencakup seluruh tahap layanan yang dibutuhkan pengguna jasa pelabuhan dalam satu portal digital. Bahkan sejak akhir 2016, IBS Pelindo III telah terintegrasi dengan Inaportnet milik Kementerian Perhubungan untuk wilayah operasi Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

Setahun kemudian pada 2017 mulai diterapkan di pelabuhan lainnya di wilayah kerja Pelindo III. Lalu pada tahun 2018 lalu telah terintegrasi dengan Sistem Informasi Perdagangan Antarpulau (SIPAP) milik Kementerian Perdagangan.

“Kami terus memperbaiki standarisasi pelayanan. Standarisasi ini membuat proses bisnis berjalan lebih praktis dan terukur, sehingga dapat tercapai efisiensi. Hal ini akan berimbas positif untuk menekan biaya logistik nasional,” bebernya.

BACA JUGA: Pelindo III Gandeng BNI untuk Mudahkan Jasa Bongkar Muat

Direktur Operasi dan Komersial Pelindo III Putut Sri Muljanto mengungkapkan, kesiapan sistem teknologi informasi yang dimiliki Pelindo III diharapkan dapat berkontribusi dalam penyiapan IBS di empat Pelindo.

Para pengguna jasa kepelabuhanan nantinya cukup mengatur kebutuhannya secara online melalui aplikasi dalam telepon genggam dengan 3 layanan utama, yaitu e-booking untuk memesan layanan, e-billing untuk mengakses tagihan, dan e-payment untuk membayar secara online.

Fase awal dari kerja sama tersebut, masing-masing Pelindo akan menunjuk 1 terminal peti kemas yang akan diintegrasikan, yaitu TPKD Belawan milik Pelindo I, TP 2 Priok milik Pelindo II, TPK Banjarmasin milik Pelindo III, dan TP Tarakan milik Pelindo IV.

BACA JUGA: Pelindo dan PGN Bangun Terminal LNG di Dua Pelabuhannya

“Di tahap awal akan fokus pada segmen peti kemas dengan formulir yang telah terstandarisasi untuk proses menerima dan mengirim peti kemas. Nantinya setelah lancar akan terus dikembangkan pada pelabuhan lain dan komoditas kargo lainnya,” kata Putut.

Sementara Deputi Bidang Usaha Energi, Logistik, Kawasan dan Pariwisata Kementerian BUMN, Edwin Hidayat Abdullah berpesan, pelabuhan memiliki peran penting sebagai pendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi secara regional.

Antar Pelindo harus saling bekerja sama untuk mengembangkan pembayaran bersama. Termasuk memberikan pelayanan terbaik yang transparan agar pengguna jasa nyaman.

“IBS merupakan bagian dari rencana besar negara membuat pelabuhan berkembang berbasis ekosistem. Sehingga kebutuhan apapun untuk lalu lintas barang jasa melalui pelabuhan langsung terintegrasi dengan sistem perekonomian di wilayah tersebut,” kata Edwin Hidayat.

Baca Juga

loading...