Pelindo dan PGN Bangun Terminal LNG di Dua Pelabuhannya

Baehaqi Almutoif

Rabu, 3 April 2019 - 10:20

JATIMNET.COM, Surabaya - Pelindo III menjalin kerjasama dengan Perusahaan Gas Negara (PGN) bidang pelayanan pelabuhan. Dua perusahaan plat merah ini berencana menyediakan layanan terminal LNG di Terminal Teluk Lamong, dan Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

"Infrastruktur pelabuhan sangat penting disinergikan untuk melayani kebutuhan logistik energi nasional. Karena pelabuhan merupakan pintu masuk yang dapat berkontribusi untuk menekan cost recovery (biaya operasional) dari industri migas di Indonesia," kata Direktur Transformasi dan Pengembangan Bisnis Pelindo III Toto Nugroho dalam keterangan resminya di Surabaya, Selasa 2 April 2019.

Ia melanjutkan, untuk memperlancar pengelolaan terminal LNG di terminal, pihaknya sudah menyiapkan lini usaha khusus, yaitu Pelindo Energi Logistik (PEL). Divisi ini nanti akan fokus mengembangkan terminal LNG di pelabuhan, tentunya dengan sejumlah layanan yang siap mendukung logistik pelaku industri migas.

BACA JUGA: Pelindo III Gandeng BNI untuk Mudahkan Jasa Bongkar Muat

"Contohnya di Terminal Gresik di Jawa Timur yang sudah siap dengan dedicated area untuk memberikan layanan terintegrasi dari kegiatan di laut, seperti kapal sandar, hingga kegiatan di darat, untuk lokasi penyimpanan misalnya," jelasnya.

PEL ini, menurut Toto Nugroho, tidak berjalan sendiri. Layanan tersebut akan didukung oleh lini usaha Pelindo III Group lainnya. Mulai dari layanan armada kapal lepas pantai, transportasi truk, penambatan kapal, bongkar muat, penyediaan alat berat, perawatan hingga suku cadang peralatan.

Sejauh ini, Toto Nugroho menyebut, kerja sama pengembangan fasilitas pelabuhan guna mendukung operasional di hulu industri migas potensinya sangat besar. Karena banyak lahan konsesi Pelindo III yang berada di berbatasan langsung dengan laut.

BACA JUGA: Pelindo III Latih Generasi Milenial Lewat Kelas Kreatif

Sementara, Kepala Divisi Penunjang Operasi dan Keselamatan Migas, SKK Migas, Bagus Edvantoro membenarkan bahwa penurunan cost recovery saat ini tengah menjadi isu penting.

Menurutnya ada beberapa faktor yang mempengaruhi membengkaknya pembiayaan tersebur, seperti kehandalan operasional, personel yang professional, kualitas layanan, keselamatan dan kesehatan kerja (K3/HSSE).

"Juga faktor ketepatan waktu penyediaan jasa dan harga yang kompetitif. Integrasi faktor-faktor tadi dibutuhkan untuk mencapai penurunan cost recovery dalam industri migas," kata Bagus.

BACA JUGA: Pelindo III Jajaki Kerjasama dengan Sinarmas

Ketua DPW Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Jatim Henky Pratoko berharap, kerjasama kedua BUMN ini dapat membuat pelaku bisnis logistik memiliki kesempatan mencari peluang bisnis di jasa logistik industri migas.

"Di tengah bisnis yang semakin menantang, peluang baru menjadi penting bagi kami. Agar bisa turut bekerja sama dengan pemerintah untuk meningkatkan efisien logistik di Indonesia," sebut Henky.

Baca Juga

loading...