Mudik, Pekerja Migran di Malaysia Bisa Mendarat di Banyuwangi

Ahmad Suudi

Senin, 3 Juni 2019 - 07:20

JATIMNET.COM, Banyuwangi – Para Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Malaysia yang berasal dari Banyuwangi yang mudik bisa langsung mendarat di Bandara Banyuwangi.

Sejak akhir 2018, Bandara Banyuwangi sudah mendapatkan izin untuk melayani penerbangan internasional. Dan satu-satunya jadwal penerbangan internasional di badnara ini adalah dari dan ke Malaysia setiap hari Minggu.

Pada Minggu 2 Juni 2019, para penumpang dari Malaysia yang turun di Bandara Banyuwangi berjumlah 177 orang. Jumlah ini lebih tinggi dibandingkan Minggu sebelumnya yang hanya 106 orang.

BACA JUGA: Mudik ke Banyuwangi Naik Kereta Dapat Diskon 60 Persen

"Hari ini puncak penerbangan internasional dari Malaysia sebelum Lebaran," kata Manajer Operasi Teknik PT Angkasa Pura (AP) II Bandara Internasional Banyuwangi, Suparman, Minggu 2 Juni 2019.

Dia juga mengatakan tengah bersiap bila sewaktu-waktu dibutuhkan extra flight atau penerbangan tambahan oleh maskapai. Namun, hingga kini belum ada permohonan extra flight.

BACA JUGA: H-5 Lebaran, Jumlah Pemudik dari Bali Turun

Menurut Suparman, jumlah penumpang yang berangkat ke Malaysia jauh lebih sedikit dibandingkan yang datang. Sehingga pihaknya memperkirakan penumpang yang datang didominasi oleh TKI.

"Turun dari pesawat Citilink mereka langsung mengikuti proses pemeriksaan dokumen, barang dan kesehatan di terminal kedatangan internasional bandara," ujarnya.

BACA JUGA: Pemudik dari Bali ke Jawa Padati Pelabuhan Gilimanuk

Yusuf (35), warga Kecamatan Wongsorejo menunggu ayahnya yang menjadi pekerja bangunan di Malaysia. Dia mengaku setiap tahun menjemput ayahnya yang bekerja di uar negeri sejak dirinya lahir tahun 1984.

"Bedanya sekarang lebih dekat dan lebih hemat. Jemput ke sini biayanya Rp 300 sampai 500 ribu, kalau jemput ke Surabaya bisa Rp 1,5 juta," katanya.

Selain ayahnya, Yusuf juga menjemput paman dan sepupunya yang juga menumpang pesawat yang sama. Mereka berhasil mendapatkan tiket pesawat mudik dengan harga sekitar 500 RM yang dibeli 1 bulan sebelum Ramadan.

Baca Juga

loading...