PBB Kontrol Pembuangan Sampah Plastik Global

Khoirotul Lathifiyah

Sabtu, 11 Mei 2019 - 20:56

JATIMNET.COM, surabaya – Perserikatan Bangsa-Bangsa memutuskan untuk mengontrol pembuangan sampah plastik dengan memasukkan plastik plastik ke dalam Konvensi Basel, suatu perjanjian yang mengontrol pergerakan sampah dan limbah berbahaya beracun dari satu negara ke negara lain, terutama dari negara maju ke negara berkembang.

Direktur Eksekutif Ecoton Prigi Arisandi berharap, amandemen konvensi ini dapat mengurangi pencemaran di lautan. Di Indonesia, kata Prigi, pihaknya masih terus memantau perdagangan sampah plastik, dan mendorong pemerintah untuk mengelola dan mengontrol sampah plastik yang diimpor dengan baik.

BACA JUGA: Bersih-bersih Everest, 3 Ton Sampah dan 4 Jasad Diturunkan

“Kami menghimbau negara-negara pengekspor sampah plastik untuk menaati kewajiban mereka untuk mengelola sampah di negeri sendiri dan tidak membuangnya di negara-negara belahan Selatan,” kata Prigi Arisandi, Sabtu 11 Mei 2019.

Prigi juga mendesak pemerintah Indonesia memperketat pengaturan dan Bea Cukai untuk memperkuat kontrol masuknya sampah plastik.

Menurutnya, perjanjian Basel meminta eksportir untuk memperoleh persetujuan dari negara penerima sebelum limbah yang tercemar, bercampur atau sampah plastik yang tidak dapat didaurulang dikirimkan ke negara tujuan.

BACA JUGA: Sebagian Kecil Sampah Plastik di Indonesia Bisa Didaur Ulang

“Amendemen ini sebagai perangkat yang penting bagi negara-negara di belahan Selatan untuk menghentikan pembuangan sampah plastik yang tidak diinginkan di negara-negara maju ke negara-negara berkembang,” ujarnya.

Ia menjelaskan gerakan ini berawal dari proposal Norwegia dalam bentuk amandemen Konvensi Basel. Sehingga dapat membantu negara-negara berkembang untuk menggunakan hak mereka dalam menolak impor sampah plastik tersebut.

BACA JUGA: Seniman Surabaya Perang Melawan Sampah Lewat Mural

Terdapat lebih dari satu juta tandatangan dari seluruh dunia mendukung dua petisi publik lewat platform Avaaz dan SumOfUs, lanjut Prigi. Namun terdapat beberapa negara yang menentang masuknya sampah plastik ke dalam Annex II Konvensi Basel.

"Negara-negara tersebut meliputi Amerika Serikat, Konsil Kimia Amerika, Lembaga Industri Daurulang Skrap," katanya.

Dalam rilis tersebut dijelaskan, Amerika Serikat yang bukan menjadi pihak dari Konvensi Basel (tidak meratifikasi Basel), maka konsekuensinya Amerika Serikat tidak diizinkan untuk melakukan perdagangan sampah plastik pada negara-negara berkembang.

Baca Juga

loading...