Parlemen Inggris Sahkan Larangan Penjualan Anak Anjing dan Kucing

Lucy Law akan disahkan dan efektif berlaku April tahun depan.
Dyah Ayu Pitaloka

Senin, 13 Mei 2019 - 14:14

JATIMNET.COM, Surabaya - Parlemen Inggris segera mengesahkan undang-undang larangan penjualan anakan anjing dan kucing, dari pihak ke tiga, Lucy Law, Senin 13 Mei 2019.

Undang-undang ini, menyebabkan jual beli anakan hanya bisa dilakukan oleh peternak asal.

Aturan baru itu akan mengatur agar binatang lahir dan dibesarkan di lingkungan yang aman, dengan induknya, dan dijual langsung dari tempatnya melahirkan.

Aturan ini juga dilakukan untuk mencegah penyelundupan yang menyakiti hewan lewat Skema Perjalanan Hewan, untuk mendatangkan hewan muda ke Inggris, dan dijual, dikutip dari Bbc.

BACA JUGA: Inggris Larang Penjualan Anak Anjing dan Kucing

Undang-undang direncanakan efektif berjalan pada 6 April tahun depan, kata Departemen Lingkungan, Makanan dan Urusan Pedesaan.

Marc Abraham, aktivis kampanye undang-undang Lucy dan pendiri Pup Aid mengatakan, "saya sangat terharu dengan undang-undang Lucy yang saat ini berada di Parlemen dan akan efektif berlaku April 2020,".

Nama Lucy dalam undang-udang, merujuk pada seekor anjing ras Cavalier King Charles Spaniel, yang mati di tahun 2016, akibat perlakukan yang buruk di sebuah peternakan anakan anjing.

"Nama Lucy berasal dari anjing yang paling manis dan pemberani, yang pernah saya tahu, dan sebagai penghormatan kepada semua korban perdagangan anakan anjing pihak ketiga yang kejam, baik di masa lalu dan sekarang,'.

BACA JUGA: Penitipan Hewan Mulai Meningkat Saat Liburan Nataru

Namun, Paula Boyden, dokter hewan di yayasan kesejahteraan anjing terbesar di Inggris, Dog Trust, mendorong pemerintah untuk bersikap lebih jauh.

"Kami ingin melihat upata tambahan untuk menjamin jika pelarangan ini akan berlangsung sekuat mungkin," katanya.

"Masih ada waktu sebelum April 2020 bagi pemerintah untuk mempertimbangkan regulasi untuk organisasi pemberi suaka, menjamin pelacakan asal usul anakan anjing yang dijual, serta memperketat skema perjalanan hewan,” katanya.

Baca Juga

loading...