Panen Tahunan Beras tidak Terganggu Banjir

Baehaqi Almutoif

Senin, 8 April 2019 - 13:09

JATIMNET.COM, Surabaya – Dinas Pertanian (Distan) Jawa Timur mendata luasan lahan terdampak banjir sekitar 4.057 hektar atau hanya 0,36 persen dibanding total seluruh lahan pertanian di Jawa Timur.

Berdasarkan data dari Distan Jatim total luasan lahan pertanian periode Oktober 2018 sampai Februari 2019 tercatat 1.128.285 hektar, dan tersebar di seluruh Jawa Timur.

“Rasio luas tanaman padi yang terdampak banjir sekitar 0,36 persen di 19 kota/kabupaten yang terdampak banjir beberapa hari kemarin,” ujar Kepala Bidang Tanaman Pangan Distan Jawa Timur Bagus Adhirasa, Senin 8 April 2019.

Meski cukup besar sawah yang terdampak banjir, namun luasan itu tidak seluruhnya gagal panen. Menurut bagus, puso atau gagal panen akibat banjir hanya sekitar 200-an hektar. Selebihnya masih bisa diselamatkan.

BACA JUGA: Beras Organik Banyuwangi Tembus Pasar Italia

“Kalau satu hektare sanggup memproduksi lima ton beras, berarti ada seribu ton yang gagal panen. Jumlah itu masih di bawah 1 persen dari total produksi sepanjang tahun. Paling sekitar 0,1 persen yang gagal panen,” lanjut Bagus.

Ia optimis dengan tidak begitu besarnya lahan sawah puso akibat banjir, target panen satu juta ton akhir tahun bisa terealisasi.

“Perkiraan kami hingga April produksi beras masih surplus 2,6 juta ton, dan Mei sudah ada panen sekitar 275 ribu, karena tidak ada lagi hambatan,” tuturnya.

BACA JUGA: Produksi Padi Merosot Dampak Irigasi Tercemar Limbah Pasir

Dengan melimpahnya produksi beras hingga akhir tahun, Distan Jatim optmistis harga beras tidak memgalami inflasi. Sehingga Ramadhan nanti beras tetap pada harga normal seperti saat ini.

Sementara data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim menyebut beberapa komoditas utama bahan pokok per Maret 2019 jsutru deflasi. Beras misalnya, deflasi 0,88 persen, kemudian daging ayam ras deflasi 3,38 persen, dan telur ayam ras deflasi 1,99 persen.

Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Jawa Timur Satriyo Wibowo berharap beras tidak mengalami inflasi hingga awal Ramadan nanti. Sebab puncak panen terjadi bulan April ini.

Baca Juga

loading...