Industri Manufaktur Nasional Sumbang PDB Tertinggi di Asean

David Priyasidharta

Kamis, 10 Januari 2019 - 08:15

JATIMNET.COM, Jakarta - Industri manufaktur menyumbang Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia sebesar USD39,7 miliar.

Data Trading Economics, pada kuartal III tahun 2018, PDB sektor tersebut merupakan yang terbesar di kawasan Asean.

Peringkat kedua Thailand kedua dengan porsi mencapai USD22,5 miliar, disusul kemudian Malaysia (USD17,2 miliar), Singapura (USD16 miliar), Vietnam (USD8,2 miliar), Filipina (USD8,2 miliar), Kamboja (USD2,8 miliar), Laos (USD1,1 miliar), dan Brunei Darussalam (USD0,5 miliar).

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kementerian Perindustrian Ngakan Timur Antara mengatakan industri manufaktur menjadi salah satu sektor andalan dalam menopang pertumbuhan ekonomi nasional.

Terutama, kata dia, di tengah ketidakpastian kondisi global.

BACA JUGA: Industri Manufaktur Jadi Sektor Andalan Dongkrak Nilai Ekspor

Karena itu, pemerintah bertekad terus meningkatkan daya saing industri manufaktur nasional agar lebih produktif dan kompetitif di pasar domestik maupun internasional.

"Kinerja industri dan ekonomi nasional masih mencatatkan kinerja positif,” kata Ngakan dalam siaran pers yang diterima Jatimnet.com, Rabu 9 Januari 2019.

Kemenperin mencatat, sektor industri pengolahan nonmigas periode tahun 2015-2018 mengalami kinerja positif dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 4,87 persen.

"Nonmigas masih sebagai sektor yang berkontribusi paling besar terhadap PDB nasional, dengan setoran hingga 17,66 persen pada tahun 2018," katanya.

Pada tahun 2015, sektor industri pengolahan nonmigas menyumbang sebesar Rp 2.098,1 triliun terhadap PDB nasional, dan meningkat menjadi Rp 2.555,8 triliun di tahun 2018 atau setara dengan 21,8 persen.

Baca Juga

loading...