Selasa, 14 July 2026 12:12 UTC

MajaCraft membekali setiap karya seni dan kerajinan dengan Sertifikat Keaslian Digital sebagai bukti autentikasi. Foto: Istimewa
JATIMNET.COM, Mojokerto – Perkembangan teknologi digital membuka peluang baru bagi pelaku ekonomi kreatif untuk memperluas jangkauan pasar sekaligus menjaga kelestarian budaya Indonesia. Melihat potensi tersebut, Founder MajaCraft, Angga Adrianto, mengembangkan MajaCraft sebagai ekosistem digital yang dirancang untuk mendukung promosi, pemasaran, dan perlindungan karya seni serta kerajinan tradisional Nusantara.
Platform tersebut mengusung konsep phygital, yakni mengintegrasikan produk fisik dengan identitas digital. Melalui sistem ini, setiap karya yang dipasarkan dapat dilengkapi Sertifikat Keaslian Digital sebagai bukti autentikasi sekaligus dokumentasi kepemilikan.
“Kami ingin menghadirkan sebuah ekosistem yang memudahkan pengrajin memasarkan produknya tanpa harus dibebani persoalan teknis. Di sisi lain, pembeli memperoleh jaminan bahwa karya yang dibeli benar-benar memiliki identitas dan keaslian yang jelas,” kata Angga Adrianto, Selasa, 14 Juli 2026.
Angga menjelaskan, MajaCraft dikembangkan sebagai jawaban atas berbagai tantangan yang selama ini dihadapi pelaku UMKM sektor kerajinan. Kendala tersebut antara lain keterbatasan akses pasar, minimnya perlindungan terhadap orisinalitas karya, hingga belum optimalnya pemanfaatan teknologi digital dalam pemasaran produk kreatif.
BACA: Komisi Ojol Dipangkas 8 Persen, Driver Masih Keluhkan Order
Sebagai fondasi pengembangannya, MajaCraft mengusung filosofi, "Jika Gajah Mada menyatukan Nusantara melalui politik, MajaCraft menyatukan Nusantara melalui ekonomi kreatif." Filosofi tersebut mencerminkan komitmen platform untuk mempertemukan para pengrajin lokal dengan kolektor, komunitas budaya, serta pasar nasional maupun internasional.
Salah satu fitur unggulan yang dihadirkan adalah penerbitan Sertifikat Keaslian Digital bagi setiap karya yang memenuhi persyaratan. Sertifikat tersebut berfungsi sebagai identitas resmi sebuah karya sekaligus memperkuat kepercayaan antara penjual dan pembeli.
“Kami ingin meluruskan pemahaman masyarakat. Sertifikat digital di MajaCraft bukan produk investasi ataupun instrumen keuangan. Fungsinya murni sebagai bukti keaslian karya seni dan kerajinan Indonesia,” ujarnya.
Untuk meningkatkan keamanan transaksi, MajaCraft menerapkan sistem escrow, sehingga dana pembeli baru diteruskan kepada penjual setelah barang diterima sesuai pesanan. Seluruh proses pembayaran juga dilakukan melalui payment gateway resmi yang telah memenuhi standar keamanan internasional.
BACA: B50 Kejar Rp170 Triliun, Distribusi Jadi Ujian
Platform ini menyediakan beragam kategori produk seni dan kerajinan Nusantara, mulai dari batik, kain tradisional, ukiran kayu, keramik, gerabah, fotografi seni, perhiasan, wayang, topeng, hingga tas dan aksesori karya pengrajin Indonesia.
Menurut Angga, MajaCraft tidak sekadar menjadi marketplace, tetapi juga dibangun sebagai ekosistem kolaboratif yang mempertemukan seniman, kurator, fotografer, akademisi, komunitas budaya, hingga pegiat literasi budaya dalam satu wadah.
“Kami percaya pelestarian budaya harus berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan para pengrajin. Karena itu, MajaCraft tidak hanya menjadi tempat berjualan, tetapi juga ruang kolaborasi bagi seniman, kurator, fotografer, penulis, akademisi, komunitas, dan seluruh pegiat budaya untuk bersama-sama membangun ekosistem kerajinan Indonesia,” kata Angga.
BACA: Ekspor Gerbong Barang PT INKA ke Australia dan Selandia Baru Tembus 1.000 Unit
Sebagai bagian dari pengembangan platform, MajaCraft tengah menyiapkan sejumlah program, seperti Ruang Budaya, Program Seniman, dan Digital Museum Nusantara. Program tersebut dirancang untuk memperkuat ekosistem budaya berbasis teknologi digital sekaligus memperluas ruang apresiasi terhadap karya seni Indonesia.
Dalam jangka panjang, MajaCraft menargetkan peluncuran marketplace secara penuh, memperluas akses menuju pasar kolektor internasional, menyelenggarakan pameran virtual, hingga mendorong lahirnya standar sertifikasi seni nasional. Platform ini juga membuka peluang kolaborasi dan rekrutmen bagi berbagai profesi yang bergerak di bidang seni, budaya, serta pengembangan komunitas.
Angga berharap MajaCraft dapat menjadi penghubung antara pemerintah, pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif yang berkelanjutan. Menurutnya, sinergi tersebut penting untuk meningkatkan daya saing produk kerajinan Indonesia sekaligus menjaga kelestarian warisan budaya Nusantara.
