Dua Pelaku Hoaks 7 Kontainer Surat Suara Tercoblos Ditangkap

Hari Istiawan
Hari Istiawan

Jumat, 4 Januari 2019 - 16:40

JATIMNET.COM, Jakarta - Penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menangkap dua orang pelaku yang diduga menyebarkan informasi hoaks tujuh unit kontainer berisi surat suara tercoblos di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo, di Mabes Polri mengatakan, dua pelaku berinisial HY dan LS itu ditangkap di lokasi berbeda yakni di Bogor, Jawa Barat, dan di Balikpapan, Kalimantan Timur.

“Status kedua pelaku apakah akan menjadi tersangka atau tidak ditentukan setelah keduanya menjalani pemeriksaan,” kata Karopenmas Polri Brigjen Pol. Dedi Prasetyo, Jumat 4 Januari 2019.

Keduanya hanya dimintai keterangan oleh penyidik dan tidak ditahan. Dedi mengatakan tim penyidik Bareskrim saat ini masih mengidentifikasi pelaku utama kasus ini dengan target harus tuntas sampai ke akarnya dan aktor intelektualnya.

BACA JUGA: Andi Arief Dilaporkan ke Kepolisian dan Tuai Kecaman

Seperti dibertaiakn sebelumnya, kabar ini dilontarkan politisi partai Demokrat Andi Arief melalui cuitan di akun twitter yang menyebarkan ada tujuh kontainer surat suara yang sudah dicoblos dan posisinya ada di Tanjung Priok, Rabu 2 Januari 2019 sekitar pukul 20.05 WIB.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menilai pernyataan Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief sangat provokatif dan berbahaya.

"Pernyataan saudara Andi Arief mencerminkan kekerdilan jiwa. Pernyataan ini sangat berbahaya. Pernyataan yang tanpa dasar itu sudah memenuhi delik hukum untuk dipersoalkan," kata Hasto dalam pernyataan tertulisnya, Kamis 3 Januari 2019.

PDI Perjuangan memberi apresiasi terhadap langkah cepat KPU untuk memastikan hal tersebut sebagai informasi hoaks. Selain itu, dia juga mengingatkan agar Demokrat tidak menggunakan cara-cara yang pernah dilakukan pada Pemilu 2009.

BACA JUGA: Kemenkominfo Deteksi 62 Hoaks Pileg dan Pilpres

Kecaman terhadap Andi Arief juga disampaikan Sekjen Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni. Dia menilai apa yang disampaikan Andi Arief melalui akun twitternya adalah fitnah.

“Ini adalah sebuah fitnah di awal tahun, yang dilakukan oleh seorang politisi yang tidak berintegritas,” kata Toni, sapaannya.

Andi Arief menghapus cuitannya menyangkut tujuh peti kemas di Tanjung Priok yang berisi surat suara yang sudah dicoblos. Namun jejak digital tersebut malah diunggah kembali oleh pengguna sosial media. (ant)

Baca Juga

loading...