Logo

Operasi Ketupat Semeru 2026, Polres Mojokerto Mewaspadai Bencana Alam

Reporter:,Editor:

Senin, 16 March 2026 08:00 UTC

Operasi Ketupat Semeru 2026, Polres Mojokerto Mewaspadai Bencana Alam

Kapolres Mojokerto saat meninjau pos pengamanan Lebaran. Foto: Humas Polres Kabupaten Mojokerto.

JATIMNET.COM, Mojokerto – Aparat Polres Mojokerto mewaspadai bencana tanah longsor di kawasan Pacet dan Trawas selama arus mudik dan balik Lebaran 2026.

"Salah satu perhatian utama dalam pengamanan tahun ini adalah potensi bencana di kawasan Pacet dan Trawas yang dikenal sebagai daerah rawan longsor dan banjir," kata Kapolres Mojokerto AKBP Andi Yudha Pranata, Senin, 16 Maret 2026.

Ia menyatakannya saat mengecek kesiapan personel serta sarana prasarana di Pos Pengamanan (Pospam) Kenanten, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto.

Pendirian Pospam merupakan bagian dari Operasi Ketupat Semeru selama tiga hari, mulai 13 – 25 Maret 2026. Di wilayah hukum Polres Mojokerto, didirikan beberapa Pos Pelayanan (Posyan), Pospam yang tersebar. Lokasinya, seperti di wilayah Kecamatan Pacet dan Trawas.

BACA: Hati-hati Saat Mudik! Ini Titik Rawan Macet di Jember Menjelang Lebaran

Memasuki hari keempat Operasi Ketupat Semeru 2026, ada lima isu utama yang menjadi evaluasi pihak polres. Mulai dari potensi banjir, arus lalu lintas, pengamanan tempat ibadah dan malam takbir, serta aktivitas silaturahmi dan wisata masyarakat.

Sebagai langkah antisipasi tambahan, Polres Mojokerto juga menggandeng Tahura bersama dinas terkait untuk melaksanakan patroli khusus di kawasan pegunungan guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya longsor.

“Patroli ini dilakukan sebagai langkah pencegahan mengingat informasi dari BMKG bahwa fenomena El Nino diperkirakan masih berlangsung hingga pertengahan April 2026,” ujar AKBP Andi.

Kapolres Mojokerto menambahkan, hingga saat ini situasi di wilayah Kabupaten Mojokerto masih tergolong aman dan belum ditemukan potensi bencana yang signifikan.

Dari sisi lalu lintas, pergerakan kendaraan yang melintas di wilayah Mojokerto masih didominasi aktivitas masyarakat lokal. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa arus mudik antarprovinsi belum terlihat signifikan.

“Untuk saat ini pergerakan kendaraan yang melintas di Mojokerto masih didominasi aktivitas lokal. Kawasan wisata juga belum menjadi tujuan utama masyarakat pada tiga hari pertama operasi ini,” kata Andi.

BACA: Lebaran di Jember Dijaga Ketat, 522 Personel Gabungan Turun dalam Operasi Ketupat Semeru

Dalam mendukung pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026, Polres Mojokerto mengerahkan sekitar 150 personel yang terlibat langsung di lapangan. Jumlah tersebut juga diperkuat oleh personel dari Polsek di jalur utama serta kawasan wisata.

“Jika digabung dengan personel dari polsek jalur dan polsek wisata serta dukungan dari instansi lain, total kekuatan pengamanan bisa mencapai hampir 400 personel,” terang Andi.

Sehingga dengan jumlah personel yang optimal ini Posyan dan Pospam Polres Mojokerto  tidak hanya menjadi tempat monitoring, tetapi juga menjadi pusat kendali operasi di lapangan sehingga seluruh kegiatan pengamanan dapat berjalan lebih efektif.