Kamis, 12 March 2026 11:00 UTC

Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat Ketupat Semeru 2026 yang digelar di Alun-alun Jember, Kamis sore, 12 Maret 2026. Foto: Humas Polres Jember
JATIMNET.COM, Jember – Sebanyak 522 personel gabungan disiagakan untuk mengamankan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah di Kabupaten Jember. Kesiapan tersebut ditandai dengan Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat Ketupat Semeru 2026 yang digelar di Alun-alun Jember, Kamis sore, 12 Maret 2026.
Kapolres Jember AKBP Bobby A. Condroputra mengatakan ratusan personel itu berasal dari unsur kepolisian, TNI, serta sejumlah instansi terkait seperti Satpol PP, Dinas Perhubungan hingga Basarnas.
“Pengamanan ini melibatkan seluruh elemen, mulai dari kepolisian, TNI, hingga stakeholder terkait seperti Satpol PP, Dishub dan Basarnas. Tujuannya supaya selama perayaan Lebaran masyarakat Jember bisa merayakannya dengan aman, sesuai tagline kita mudik aman, keluarga bahagia,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dari total 522 personel yang dikerahkan, sebanyak 250 anggota berasal dari kepolisian. Sementara 272 personel lainnya merupakan gabungan dari berbagai instansi terkait.
Menurut Bobby, Operasi Ketupat Semeru 2026 difokuskan untuk menjaga Kamseltibcarlantas atau keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas selama masa mudik hingga libur Lebaran.
Selain itu, kepolisian juga telah memetakan sejumlah titik rawan kepadatan kendaraan di wilayah Jember. Beberapa lokasi yang menjadi perhatian di antaranya Simpang Empat Mangli yang merupakan jalur keluar masuk kota, serta sejumlah ruas jalan utama seperti Jalan Ahmad Yani dan Jalan Trunojoyo.
“Petugas juga akan meningkatkan pengawasan di kawasan sekitar kampus Universitas Jember yang kerap dipadati warga saat sore hari selama Ramadan. Area tersebut biasanya ramai oleh masyarakat yang berburu takjil menjelang waktu berbuka puasa,” ucap mantan Kapolres Lamongan ini.
Untuk mendukung pengamanan, aparat juga akan mendirikan sejumlah pos pengamanan dan pos pelayanan di titik-titik strategis. Pos tersebut tidak hanya menjadi pusat koordinasi petugas, tetapi juga dapat dimanfaatkan masyarakat maupun pemudik sebagai tempat beristirahat.
“Pos pengamanan ini juga bisa dimanfaatkan masyarakat sebagai rest area, baik oleh warga maupun pemudik yang melintas di wilayah Jember,” pungkasnya.
