JATIMNET.COM, Jakarta - Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Nur Isnis menyebutkan jumlah frekuensi penerbangan tambahan mencapai 367 penerbangan dengan jumlah kursi mencapai 458.830 selama libur Natal 2018 dan Tahun Baru 2019.

Menurut Nur Isnis, ada tujuh maskapai yang mengajukan tambahan untuk penerbangan domestik dan dua maskapai untuk tambahan penerbangan internasional.

Dia merinci penerbangan tambahan maskapai Batik Air, yaitu 20 frekuensi dengan kapasitas 54.800 dan 10 rute, Lion Air 30 fekuensi dengan 109.080 kursi dan 15 rute, Citilink 24 frekuensi 77.760 kursi dan 11 rute, Air Asia enam frekuensi 19.440 kursi dan tiga rute, Sriwijaya Air 30 rute 102.060 kursi 15 rute, Nam Air 12 frekuensi 25.920 kursi dan enam rute serta Garuda Indonesia 213 frekuensi 32.130 kursi dan 14 rute.

BACA JUGA: Kementerian Pariwisata Sambut Baik Penerbangan Langsung Moskow-Denpasar

Sementara itu, untuk maskapai internasional, yaitu AirAsia 18 frekuensi 6.120 kursi dan tiga rute serta Malaysia 14 frekuensi 17.920 kursi dan satu rute. Masa Natal-Tahun Baru 2019, kenaikan penumpang pesawat diprediksi mencapai 8,76 persen atau naik jadi 6,5 juta penumpang dari enam juta penumpang.

Isnis menyebutkan untuk penerbangan domestik diprediksi meningkat 9,12 persen dari 5,2 juta penumpang enjadi 5,6 juta penumpang. Selain itu, untuk penerbangan internasinal diprediksi naik 6,45 persen dari 802.564 penumpang menjadi 854.328 penumpang. (ant)