Mikroplastik Belum Masuk Baku Mutu Peraturan KLHK

Khoirotul Lathifiyah

Sabtu, 30 Maret 2019 - 18:02

JATIMNET.COM, Surabaya – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya mengungkapkan kandungan microplastik (MP) yang mencemari perairan di penjuru dunia rata-rata disebabkam dari kantong plastik.

Bahkan kandungan mikroplastik tidak hanya terjadi di belahan dunia. Sungai yang mengalir di Surabaya juga sudah tercemar akibat banyaknya sampah plastik yang terbuang.

“Kami telah melakukan penelitian mikroplastik secara umum di perairan, dan sumber terbesar dari tas kresek (kantong plastik),” kata Kepala Seksi Pengawasan Perizinan dan Penyelesaian Sengketa Lingkungan Hidup, Ulfiani Ekasari melalui telepon selulernya, Sabtu 30 Maret 2019.

Namun hingga saat ini, MP belum masuk dalam baku mutu yang tercantum dalam peraturan pemerintah pusat dan masih dalam tahap kajian Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

BACA JUGA: Unair Ungkap Bahaya Pencemaran Mikroplastik di Kali Surabaya

Ulfiani mengungkapkan penyebaran MP terbagi menjadi dua jenis, yakni mikroplastik primer yang biasanya dalam bentuk partikel kecil seperti gel mandi, degradasi benda plastik besar, degradasi tekstil sintesis dalam pencucian, dan masih banyak lagi.

Kedua, mikroplastik sekunder dari penguraian barang plastik yang lebih besar dan berada di lingkungan perairan.

“Sedangkan untuk pabrik kertas di Surabaya, kami sudah melakukan pengawasan ketat terkait limbahnya,” katanya.

Akan tetapi yang menjadi pengawasannya adalah baku mutu yang masuk dalam peraturan gubernur no 72 Tahun 2013. Sehingga pihaknya tidak mengawasi adanya kandungan mikroplastik yang ada di industri kertas di Surabaya.

BACA JUGA: Limbah 12 Industri Kertas di Jatim Mengandung Mikroplastik

Ulfiani menjelaskan karena MP belum menjadi parameter baku mutu, pihaknya hanya memantau parameternya BOD, COD, TSS, dan pb untuk industri kertas. Adapun kewajiban pemenuhan baku mutu dari industri kertas sudah diterapkan sangat ketat.

DLH Kota Surabaya juga menerapkan sanksi administratif mulai dari teguran tertulis sampai dengan paksaan pemerintah.

“Nah, baku mutu itu standard batas aman yang diizinkan masuk ke lingkungan. Namun hingga saat ini yang saya ketahui menyebab tercemarnya MP itu dari kantong plastik,” katanya.

Ia berharap agar pemerintah pusat segera membuat regulasi mengenai baku mutu MP, agar masyarakat mengetahui dampak buruk MP. Sehingga masyarakat juga turut serta mengurangi penggunaan plastik maupun bahan yang mengandung MP.

Baca Juga

loading...