Logo

Meski Meredup, Pusat Oleh-oleh Ikonik di Kota Probolinggo Tetap Bertahan

Menjadi tempat nostalgia bagi pemudik saat Lebaran
Reporter:,Editor:

Minggu, 22 March 2026 08:30 UTC

Meski Meredup, Pusat Oleh-oleh Ikonik di Kota Probolinggo Tetap Bertahan

Aneka kerupuk yang terpajang di deretan kios pedagang di pusat oleh-oleh ikonik di jalur Pantura, Kelurahan Ketapang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, Minggu, 22 Maret 2026. Foto: Zulalif

JATIMNET.COM, Probolinggo – Pusat oleh-oleh di jalur Pantura, Kelurahan Ketapang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo semakin tergerus oleh persaingan.

Munculnya pusat oleh-oleh modern serta beroperasinya jalan tol di sisi selatan, membuat pusat oleh-oleh ikonik ini kian sepi pengunjung.

Padahal dulunya, kawasan tersebut senantiasa menjadi jujugan pemudik untuk membeli buah tangan khas Kota Mangga. Masa kejayaan ini berlangsung di sera 1990-an hingga awal 2000-an.

Meski tak seramai dulu, sejumlah pedagang memilih setia dan bertahan untuk menjajakan aneka oleh-oleh, seperti olahan mangga, tape, hingga kerupuk di kawasan tersebut.

BACA: Tape Ketan Hitam, Sajian Khas Lebaran yang Jadi Primadona di Mojokerto

Sumarni, salah seorang pedagang oleh-oleh di kawasan itu mengungkapkan alasannya bertahan, yakni karena nilai historis.

‎“Sekarang memang lebih sepi, tapi masih ada pelanggan lama yang sengaja mampir untuk nostalgia beli oleh-oleh di sini,” katanya, Minggu, 22 Maret 2026.

‎Hal senada dikatakan Lukman Hidayat, pedagang lain di kawasan tersebut. Ia mengaku pendapatannya menurun drastis dibandingkan beberapa tahun lalu.

‎‎“Kalau dulu bisa dapat jutaan rupiah sehari saat musim mudik, sekarang paling ratusan ribu saja. Tapi ya tetap disyukuri, yang penting masih ada pembeli,” ujarnya.

BACA: Hari H Lebaran, Arus Lalu Lintas di Jalur Malang-Blitar Padat

‎‎Meski tak seramai dulu, pusat oleh-oleh di Kota Probolinggo ini tetap menjadi bagian dari sejarah dan identitas kota setempat yang masih bertahan di tengah perubahan zaman.

‎‎Di tengah arus modernisasi, keberadaannya menjadi pengingat akan dinamika ekonomi lokal yang terus beradaptasi.

Sejumlah pedagang berharap agar kondisi kembali membaik, terutama saat musim libur panjang dan Lebaran.