Minggu, 22 March 2026 06:00 UTC

Pemilik rumah saat menyajikan tape ketan hitam untuk para tamu yang berkunjung pada momentum lebaran. Foto: Hasan.
JATIMNET.COM, Mojokerto – Di balik hangatnya silaturahmi saat Idulfitri 1447 Hijriah, tersimpan satu sajian khas yang dinantikan, yaitu tape ketan hitam.
Makanan hasil fermentasi tradisional ini menjadi salah satu sajian yang banyak diburu saat anjangsana di Desa Kembanganringgit, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto.
Daya tariknya seolah mengalahkan aneka kue kering dan makanan lain yang disajikan di atas meja. Aroma dan sentuhan rasa manis yang legit memberikan sensasi tersendiri bagi siapa saja yang mencicipinya.
Rizka Andini, salah seorang tamu di salah satu rumah warga menyatakan bahwa tape ketan hitam selalu memberi kesan tersendiri dalam kunjungannya saat Lebaran.
“Lebaran tahun ini sangat mengesankan karena di sini disuguhi tape ketan hitam,” ungkapnya, Minggu, 22 Maret 2026.
Menurutnya, tradisi menyajikan tape ketan hitam sudah ada sejak dirinya masih kecil dan terus terjaga hingga sekarang. “Sejak saya kecil dulu mesti disuguhi ini, biar terasa berbeda saja,” tambahnya.
Ia juga menilai cita rasa tape ketan hitam buatan keluarga tersebut memiliki keunikan yang sulit ditemukan di tempat lain. “Rasanya manis, berbeda dari ketan hitam yang biasa dijual,” tandasnya.
Di balik kelezatan hidangan ini, terdapat proses pembuatan yang tidak sederhana dan telah diwariskan secara turun-temurun.
Vivi Nur Rahmawati, salah satu tuan rumah yang rutin menyajikan tape ketan hitam saat Lebaran, menyebutkan bahwa tradisi ini berasal dari kebiasaan orang tuanya.
“Ya, karena memang ini turun-temurun. Biasanya ibu itu membuat tape ketan hitam,” ujarnya.
Saat momen Lebaran tiba, Vivi mengolah hingga empat kilogram beras ketan hitam demi memenuhi permintaan para tamu.
Proses pembuatannya pun membutuhkan ketelatenan. Mulai dari merendam katan hitam semalaman hingga proses fermentasi selama dua hari.
“Bikin sendiri, bahan dasar ketan hitam direndam semalam terus diberikan ragi hingga dua hari,” jelasnya.
Tak mengherankan jika sajian ini selalu menjadi favorit dan kerap dicari oleh para tamu yang datang berkunjung. “Dan antusias tamu-tamu itu selalu yang ditanyakan tape ketan hitam ini,” tambah Vivi.
Lebih dari sekadar makanan, tape ketan hitam telah menjadi bagian dari identitas dan tradisi Lebaran di Desa Kembanganringgit.
Setiap rasanya menghadirkan kenangan, mempererat kebersamaan, serta menjadi simbol warisan keluarga yang terus hidup dari generasi ke generasi.
