Rabu, 06 May 2026 08:00 UTC

Kasat Reskrim Polres Mojokerto Aldhino Prima Wirdhan saat diwawancarai awak media di lokasi ditemukannya jenazah seorang perempuan paruh baya, Rabu, 6 Mei 2026. Foto: Hasan
JATIMNET.COM, Mojokerto - Perkembangan kasus dugaan pembunuhan di Desa Sumbergirang, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto mulai menemui titik terang. Kini, aparat kepolisian telah mengantongi identitas terduga pelaku dan tengah melakukan pengejaran intensif.
Terduga pelaku diketahui bernama Satuan, 43 tahun, menantu Siti Arofah, 54 tahun, korban yang meninggal dunia akibat insiden pada Rabu pagi, 6 Mei 2026.
Kasatreskrim Polres Mojokerto AKP Aldhino Prima Wirdhan mengatakan bahwa penyebab kematian korban karena tindak kekerasan yang dilakukan terduga pelaku.
“Ada dugaan penganiayaan yang mengakibatkan orang meninggal dunia," ujarnya saat ditemui di tempat kejadian perkara.
Dugaan itu berdasarkan penyelidikan yang dilakukan di lokasi kejadian. Di sana, petugas menemukan seorang perempuan dalam kondisi meninggal dunia di dalam rumah.
"Kami cek lokasi, ada seorang perempuan yang meninggal dunia. Saat ini, sedang dilakukan proses autopsi untuk mengetahui penyebab kematiannya. Satu korban masih mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit," jelasnya.
Korban selamat yang mengalami luka serius adalah Sri Wahyuni, 35 tahun, istri terduga pelaku. Akibat luka yang dialami, korban masih menjalani perawatan intensif di RSUD Dr. Wahidin Sudiro Husodo Mojokerto.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal dan keterangan sejumlah saksi, polisi menduga peristiwa berdarah tersebut dipicu persoalan internal keluarga. "Hasil interogasi sementara ada masalah hubungan keluarga," ungkap Kasatreskrim Polres Mojokerto.
Meski identitas pelaku telah diketahui, polisi masih terus melakukan pengejaran dan belum bisa memberikan detail lebih lanjut terkait keberadaan yang bersangkutan.
"Saat ini, yang bersangkutan masih dilakukan proses pengejaran oleh tim di lapangan kita menunggu dari teman-teman di lapangan nanti akan kami update," katanya.
Di sisi lain, kepolisian juga masih menunggu hasil autopsi dari Rumah Sakit Bhayangkara Porong untuk memastikan penyebab pasti kematian korban.
Dalam proses penyelidikan, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian. Barang bukti tersebut di antaranya senjata tajam serta beberapa alat lain yang diduga berkaitan dengan tindak kekerasan itu.
"Kami telah mengamankan beberapa barang bukti ada senjata tajam dan beberapa alat yang lain," ujarnya.
