Sabtu, 22 August 2026 04:09 UTC

Antusiasme pelari dalam mengikuti Merdeka Run 2026 Ponorogo di kawasan Monumen Reog dan Museum Peradaban (MRMP). Foto: Satria
JATIMNET.COM, Ponorogo – Sebanyak 5.500 peserta memeriahkan Merdeka Run 2026 di kawasan Monumen Reog dan Museum Peradaban (MRMP), Kecamatan Sampung, Kabupaten Ponorogo, Sabtu, 22 Agustus 2026.
Ajang lari yang memasuki tahun kedua tersebut tidak sekadar mengajak masyarakat berolahraga. Merdeka Run juga membawa semangat kemerdekaan sekaligus menjadi sarana untuk memperkenalkan potensi pariwisata Ponorogo.
Antusiasme peserta terlihat dari asal daerah mereka. Pelari datang dari berbagai wilayah, mulai dari Surabaya, Bojonegoro, Malang, hingga Bandung. Bahkan, penyelenggara mencatat adanya peserta dari Malaysia yang turut mengikuti Merdeka Run 2026.
Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita menilai tingginya partisipasi menunjukkan bahwa pemerintah dan masyarakat dapat mengembangkan kegiatan olahraga sebagai bagian dari promosi wisata daerah.
“Terima kasih banyak kepada Pawitandirogo yang luar biasa dalam rangka Merdeka Run ini. Dan Merdeka Run ini juga termasuk sport tourism,” kata Lisdyarita.
BACA: Ratusan Warga Ngindeng Ponorogo Gelar Upacara HUT RI di Tengah Sungai
Menurut Lisdyarita, besarnya minat peserta menjadi modal bagi Ponorogo untuk mengembangkan Merdeka Run pada tahun-tahun berikutnya. Ia berharap penyelenggara dapat meningkatkan jumlah peserta sekaligus memperluas skala kegiatan.
“Hari ini yang ikut ada lebih 5.500 peserta. Semoga tahun depan lebih banyak lagi,” ujar Lisdyarita.
Merdeka Run Ponorogo Ditargetkan Jadi Event Tahunan Terbesar
Sesmenko Perekonomian RI Susiwijono Moegiarso turut menghadiri Merdeka Run 2026. Ia menyebut penyelenggaraan tahun ini menjadi edisi kedua dan menargetkan event tersebut berkembang menjadi salah satu agenda tahunan terbesar di Ponorogo.
“Ini event Merdeka Run Ponorogo 2026, ini sudah tahun kedua. Kita niatkan ini menjadi event tahunan terbesar di Ponorogo,” ungkap Susiwijono.
Susiwijono menjelaskan, penyelenggara tahun ini membatasi jumlah pelari sekitar 5.000 orang. Jika digabung dengan peserta undangan, total partisipasi mencapai sekitar 5.500 orang.
BACA: Lomba Agustusan Jadi Ajang Adu Kompak ASN Pemkab Ponorogo
Panitia menerapkan pembatasan tersebut dengan mempertimbangkan kapasitas infrastruktur yang tersedia di lokasi penyelenggaraan. Namun, keterbatasan kuota tidak menyurutkan minat masyarakat untuk mengikuti ajang tersebut.
Susiwijono mengatakan kuota yang dibuka secara bertahap selalu mendapat respons tinggi dari calon peserta. Kondisi itu menunjukkan besarnya antusiasme masyarakat terhadap Merdeka Run Ponorogo.
“Artinya apa? Animonya begitu luar biasa. Karena itu saya lapor ke beliau, dengan Bu Bupati, tahun depan kita adakan insyaallah lebih besar. Kita bangun dulu infrastrukturnya, minimal 10.000 peserta,” jelas Susiwijono.
Rencana penambahan kapasitas tersebut membuka peluang bagi Merdeka Run untuk berkembang menjadi event olahraga sekaligus wisata dengan jangkauan lebih luas. Kehadiran peserta dari berbagai daerah, termasuk Malaysia, juga berpotensi meningkatkan promosi Ponorogo di luar daerah.
Selain menarik wisatawan dan peserta dari berbagai wilayah, penyelenggaraan Merdeka Run juga berpeluang memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat. Peningkatan jumlah pengunjung dapat membuka peluang bagi pelaku usaha lokal untuk mendapatkan manfaat dari aktivitas wisata dan olahraga tersebut.
