JATIMNET.COM, Yogyakarta - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyebutkan Gunung Merapi meluncurkan guguran lava pijar ke arah hulu Kali Gendol, Rabu 3 April 2019.

“Guguran lava dengan jarak luncur maksimum 900 meter itu terpantau melalui CCTV pada periode pengamatan pukul 00.00-06.00 WIB,” kata Kepala BPPTKG Hanik Humaida.

Selain guguran lava, pada periode pengamatan itu BPPTKG juga mencatat 13 kali gempa guguran dengan amplitudo 2 hingga 60 milimeter selama 17.88 hingga 90.48 detik, dan 2 kali gempa fase banyak dengan amplitudo 2 hingga 4 milimeter selama 5.36 hingga 9.64 detik.

BACA JUGA: Dua Awan Panas Guguran Meluncur dari Gunung Merapi

Pada periode itu, asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang dan tinggi 50 meter di atas puncak kawah.

Cuaca di gunung cerah berawan dengan angin bertiup lemah ke arah timur laut dan tenggara. Suhu udara 14 hingga 19.8 derajat celcius, kelembaban udara 70 hingga 96 persen, dan tekanan udara 628.6 hingga 709.2 mmHg.

Hingga saat ini BPPTKG mempertahankan status Gunung Merapi pada Level II atau Waspada dan untuk sementara tidak merekomendasikan kegiatan pendakian kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian yang berkaitan dengan mitigasi bencana.

BACA JUGA: Guguran Lava Pijar Merapi Meluncur ke Kali Gendol

BPPTKG mengimbau warga tidak melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari puncak Gunung Merapi.

Sehubungan semakin jauhnya jarak luncur awan panas guguran Merapi, BPPTKG mengimbau warga yang tinggal di kawasan alur Kali Gendol meningkatkan kewaspadaan.

Masyarakat juga diminta tidak terpancing isu-isu mengenai erupsi Gunung Merapi yang tidak jelas sumbernya dan tetap mengikuti arahan aparat pemerintah daerah atau menanyakan langsung ke Pos Pengamatan Gunung Merapi atau kantor BPPTKG, atau melalui media sosial BPPTKG. (ant)