Dua Awan Panas Guguran Meluncur dari Gunung Merapi

Rochman Arief

Reporter

Rochman Arief

Selasa, 2 April 2019 - 15:36

JATIMNET.COM, Yogyakarta – Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat Gunung Merapi meluncurkan dua kali awan panas guguran ke arah hulu Kali Gendol dengan jarak luncur maksimum 1.000 meter, Selasa 2 April 2019.

Berdasarkan pengamatan CCTV, awan panas guguran pertama keluar dari Gunung Merapi pada pukul 11:23 WIB selama 102 detik dengan jarak luncur 1.000 meter ke arah hulu Kali Gendol.

Sedangkan awan panas guguran kedua keluar pada pukul 11,25 WIB, dengan durasi 93,8 detik dengan jarak luncur 900 meter ke arah hulu Kali Gendol.

BACA JUGA: Guguran Lava Pijar Merapi Meluncur ke Kali Gendol

Selain awan panas guguran, pada periode pengamatan mulai pukul 06.00 WIB hingga 12.00 WIB, BPPTKG juga mencatat sekali guguran lava pijar keluar dari Gunung Merapi dengan 900 meter ke arah hulu Kali Gendol.

BPPTKG juga merekam dua kali gempa awan panas guguran dengan amplitudo 50-55 mm selama 93,8-102 detik, 21 kali gempa guguran dengan amplitudo 3-55 mm selama 18,1-110,3 detik, sekali gempa embusan dengan amplitudo 20 mm selama 28 detik, dan sekali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 4 mm selama 159 detik.

Pada periode itu, asap kawah tidak teramati. Cuaca di Merapi terlihat cerah berawan dengan angin bertiup lemah hingga sedang ke arah timur laut dan timur. Suhu udara 23-30.8 derajat Celsius, kelembaban udara 22-74 persen, dan tekanan udara 568.8-709.2 mmHg.

BACA JUGA: Status Waspada, Lava Pijar Meluncur Lima Kali Dari Merapi

Hingga saat ini BPPTKG mempertahankan status Gunung Merapi pada Level II atau Waspada. Untuk sementara tidak direkomendasikan kegiatan pendakian kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian yang berkaitan dengan mitigasi bencana.

BPPTKG mengimbau warga tidak melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari puncak Gunung Merapi.

Sehubungan semakin jauhnya jarak luncur awan panas guguran Merapi, BPPTKG mengimbau warga yang tinggal di kawasan alur Kali Gendol meningkatkan kewaspadaan.

Baca Juga

loading...