Logo

Melihat Pohon Pisang Raksasa “Aladin” di Ponorogo, Berdiameter Hampir 2 Meter 

Reporter:,Editor:

Kamis, 03 March 2022 01:00 UTC

Melihat Pohon Pisang Raksasa “Aladin” di Ponorogo, Berdiameter Hampir 2 Meter 

PISANG RAKSASA. Pohon pisang berukuran besar tumbuh di kebun porang milik Ladi, warga Desa Jurug, Kecamatan Sooko, Kabupaten Ponorogo, Kamis, 3 Maret 2022. Foto: Gayuh Satria

JATIMNET.COM, Ponorogo – Sebuah pisang raksasa tumbuh di kebun porang milik Ladi, 68 tahun, di Desa Jurug, Kecamatan Sooko, Kabupaten Ponorogo.

Pisang tersebut tumbuh menjulang tinggi hingga lebih 4 meter dengan diameter batang mencapai 1,8 meter. Sementara jumlah daunnya mencapai belasan lembar dan tetap utuh meskipun sering diterpa angin.

“Usianya sudah dua kali musim tanam porang, sejak tahun lalu, jadi sekitar 1,5 tahun,” kata Ladi, Kamis, 3 Februari 2022.

Meski sudah berumur 1,5 tahun, pisang raksasa tersebut belum menampakkan tunas anakan atau bahkan jantung pisang. Bahkan sejumlah pelepah daun pisang harus diikat tali karena saking lebarnya dan dikhawatirkan jatuh menimpa porang di bawahnya.

Lebih jauh Ladi menceritakan awal mula bagaiamana pisang raksasa ini dapat tumbuh. Sebelum menanam porang, ia hanya menanam tanaman seperti jagung dan tanaman holtikultura lainnya. Lalu kemudian ia beralih untuk menanam porang melalui sistem biji atau yang sering disebut katak.

BACA JUGA: Perawatan Kulit Menggunakan Pisang, Begini Caranya

“Setelah katak saya tanam, yang lainnya tumbuh seperti porang pada umumnya, tapi ada satu yang tumbuh seperti jagung, saya biarkan tumbuh hingga terselihat seperti pisang raksasa ini,” kata Ladi.

Selama pisang raksasa tumbuh di kebunnya ia tidak melakukan perawatan khusus. Ia hanya merawat dan memupuk ala kadarnya bersama dengan porang yang ada di sekitar pohon pisang. Bahkan untuk pupuk ia hanya menggunakan pupuk organik dari kotoran hewan.

“Sesekali pelepah daun yang sudah kering saya bersihkan,” ujar Ladi.

Yang unik adalah jika pada umumnya getah pisang berwarna bening, namun berbeda dengan pisang raksasa tersebut, getahnya berwarna kuning bening dan tidak lengket.

“Baunya juga tidak seperti pisang. Tidak ada baunya,” kata Ladi.

BACA JUGA: Rusak Berat, Warga Lamongan Tanam Pohon Pisang di Jalan Raya Glagah

Sementera itu, Kades Jurug, Sukamto, menuturkan jika pihaknya belum mengetahui pisang apa yang tumbuh di lahan milik salah satu warganya. Menurutnya, semenjak pisang tersebut viral, banyak warga dari luar daerah datang untuk melihat pisang raksasa.

“Kalau melihat ciri-ciri yang nampak, seperti pisang raksasa yang tumbuh di Papua,” tutur Ladi.

Untuk memudahkan warga dari luar daerah menemukan pohon pisang raksasa ini pun ia menamai pisang yang belum diketahui jenisnya tersebut dengan nama “Aladin”. “Dari nama pemiliknya Pak Ladi, lalu saya plesetkan menjadi Aladin,” kata Sukamto dengan berkelakar.

Melihat potensi keberadaan pisang langka itu, pihak desa berencana akan membudidayakannya agar dapat dijadikan ikon Desa Jurug. Selain itu, daunnya yang lebar dan kuat dapat dijadikan bungkus makanan ataupun kerajinan lain.

“Apalagi gedebok (batang) pisang yang besar bisa menjadi alternatif untuk pertunjukan wayang,” kata Sukamto.