Rabu, 01 April 2026 02:00 UTC

Pendistribusian menu MBG di daerah yang tergenang banjir. Foto: IG/badangizinasional.ri
JATIMNET.COM, Sampang - Badan Gizi Nasional (BGN) angkat bicara ihwal menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diwadahi keranjang dan tas kresek di Desa/Kecamatan Robatal, Kabupaten Sampang.
Kepala Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat (Karo Kummas) BGN Khairul Hidayati melalui staf-nya Nurhayadi mengatakan bahwa pihaknya segera menindaklanjuti temuan tersebut.
Klarifikasi kepada pengelola SPPG At-taufiq Robatal selaku pemasok menu MBG untuk kelompok B3 (Balita, Bumil/ibu hamil, dan Busui atau Ibu Menyusui) di Desa Robatal akan dilakukan.
"Kami konfirmasi dulu ya pak, terima kasih atas laporannya," ujar Nurhayadi saat dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu, 1 April 2026.
BACA: Diwadahi Keranjang dan Tas Kresek, MBG di Sampang jadi Sorotan
Ia menjelaskan, pendistribusian menu MBG kepada penerima manfaat harus mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOP) BGN.
Ia menegaskan penyajian menu MBG wajib menggunakan food tray atau ompreng. Tujuannya, untuk memastikan gizi seimbang, kendungan karbohidrat, protein, dan serat terjaga, menjaga suhu makanan, serta lebih mudah dibersihkan.
"Kalaupun mau dipindah harusnya dari ompreng langsung ke tempat makan penerima manfaat," ujar Nurhayadi.
Diberitakan sebelumnya, video pendistribusian menu program untuk kelompok B3 di Desa/Kecamatan Robatal, Kabupaten Sampang mendadak viral.
Paket menu MBG yang terdistribusi kepada penerima manfaat tersebut tidak disajikan dalam wadah ompreng.
Menu MBG yang terdiri dari nasi, ayam kentaki, wortel dan kentang dengan irisan menyerupai dadu, tahu goreng, dan buah salak disajikan dalam keranjang, nampan plastik, dan tas kresek.
BACA: BGN Setop Sementara Operasional Puluhan Dapur MBG di Sampang
Dalam video tersebut disebutkan bahwa menu MBG itu didistribusikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) At-taufiq Robatal.
Namun, Kepala SPPG At-taufiq Robatal, Solihin membantah video viral tersebut. Ia mengklaim bahwa menu MBG pada saat pembagian telah disajikan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) BGN.
"Kalau pengiriman dari kami tetap pakai ompreng sesuai SOP BGN. Perihal video viral itu terjadi atas inisiatif warga, artinya warga sendiri yang melakukan hal itu (memindah nasi ke keranjang)," ujar Solihin.
