Senin, 05 October 2026 14:00 UTC

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana atau Mas Dhito saat rapat bersama para camat membahas tentang penanganan stunting, Senin, 5 Oktober 2026. Foto: kedirikab.go.id
JATIMNET.COM, Kediri – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana meminta jajarannya memastikan penurunan angka stunting benar-benar mencerminkan kondisi di lapangan.
Ia mengingatkan agar capaian tersebut tidak sekadar terlihat baik dalam laporan, sementara jumlah kasus nyata belum turun signifikan.
Peringatan itu disampaikan Mas Dhito saat memberikan arahan kepada seluruh kepala dinas dan camat dalam rapat koordinasi proyek strategis dan prioritas daerah di Ruang Joyoboyo, kompleks Kantor Pemkab Kediri, Senin, 5 Oktober 2026.
Berdasarkan hasil pengukuran bulan timbang, prevalensi stunting di Kabupaten Kediri menunjukkan tren penurunan. Angkanya tercatat 8,04 persen pada Desember 2025, turun menjadi 7,67 persen pada Februari 2026, lalu mencapai 7,47 persen pada Agustus 2026.
Meski persentasenya menurun, Mas Dhito meminta jajarannya tidak hanya berpatokan pada angka tersebut. Pemerintah daerah perlu memastikan jumlah kasus dan kondisi anak di lapangan sesuai dengan data yang dilaporkan.
"Jangan sampai penurunan itu cuma buat nyeneng-nyenengin bupati, kalau sampai saya tahu betul di lapangan realnya angka stunting tidak terjadi penurunan signifikan, angka pertumbuhan stunting juga tidak bisa dihentikan maka ada konsekuensi yang harus ditanggung," kata Mas Dhito.
Ia meminta seluruh perangkat daerah bekerja sama untuk menekan angka stunting sekaligus mencegah munculnya kasus baru atau growth stunting. Pemantauan tidak cukup dilakukan melalui laporan tingkat kabupaten, tetapi harus sampai ke wilayah kecamatan.
Mas Dhito secara khusus meminta para camat mengecek jumlah kasus stunting secara riil di wilayah masing-masing, bukan hanya melihat persentasenya.
"Camat saya minta tolong dicek di kecamatannya, berapa angka real stunting bukan prosentasenya," ucapnya.
Selain penanganan stunting, Mas Dhito menyoroti cakupan Universal Health Coverage (UHC) dan kualitas pelayanan kesehatan. Ia meminta fasilitas pelayanan kesehatan terus meningkatkan layanan kepada masyarakat agar program kesehatan daerah tidak hanya berorientasi pada capaian angka, tetapi juga manfaat yang dirasakan warga.
