Mantan Anggota DPRD Malang Mewek usai Divonis Hukuman Penjara

M. Khaesar Januar Utomo

Kamis, 9 Mei 2019 - 16:51

JATIMNET.COM, Surabaya - Majelis hakim menjatuhkan vonis berbeda kepada 12 mantan anggota DPRD Kota Malang dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Surabaya di Sidoarjo, Kamis 9 Mei 2019. Mereka mendapat vonis empat hingga lima tahun penjara dalam sidang yang diketuai Dede Suryaman.

Dua belas terdakwa ini antara lain Diana Yanti, Sugiarto, Afdhal Fauza, Syamsul Fajrih, Hadi Susanto, Ribut Haryanto, Indra Tjahyono, Imam Ghozali, Mohammad Fadli, Bambang Triyoso, Asia Iriani, dan Een Ambarsari.

BACA JUGA: KPK Eksekusi Sepuluh Mantan Anggota DPRD Kota Malang

Dalam sidang yang digelar di Ruang Cakra, majelis hakim membacakan satu persatu putusan ke-12 terdakwa ini. Isak tangis mewarnai sidang putusan itu. Diana Yanti, salah satu terdakwa kasus korupsi, sontak menangis setelah persidangan. Ia terisak seraya memeluk ibunya yang selalu menemani di setiap persidangan.

Diana Yanti divonis empat tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider satu bulan kurungan. Selain itu terdakwa diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp 25 juta. Jika jika tidak dibayarkan akan dijerat pidana kurungan pengganti selama satu bulan penjara.

Terdakwa lain, Een Ambarsari juga menangis sambil menutupi wajahnya dengan tisu. Een divonis lima tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider satu bulan penjara. Ia juga wajib membayar uang pengganti sebesar Rp 117,5 juta. Jika tidak membayar uang pengganti akan dijerat pidana kurungan pengganti selama dua bulan penjara.

BACA JUGA: Tiga Mantan Anggota DPRD Kota Malang Divonis Berat

Sementara itu, terhadap 10 terdakwa lainnya, majelis hakim menjatuhkan putusan antara empat tahunan hingga lima tahunan penjara. Hakim juga mencabut hak politiknya selama tiga tahun setelah adanya putusan yang berkekuatan hukum tetap. Putusan hakim ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Sejumlah terdakwa menerima putusan hakim ini. "Hanya terdakwa Asia Iriani dan Sugiarto yang masih pikir-pikir," ucap Arif Suharmanto, jaksa dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini.

Kasus korupsi berjemaah ini bermula pada 2017 lalu. Bermula dari terbongkarnya suap Kepala Dinas Pekerjaaan Umum Kota Malang Jarot Edy Sulistyono pada Ketua DPRD Kota Malang Mochmmad Arief Wicaksono untuk memuluskan pembahasan APBD Perubahan Kota Malang 2015. Dari sini, tersangkanya menjalar kemana-mana.

Baca Juga

loading...