Makanan ini Menyehatkan dan Memperpanjang Usia

Rochman Arief

Minggu, 2 Juni 2019 - 18:26

JATIMNET.COM, Surabaya – Salah satu rahasia menjalani kehidupan yang panjang dan bebas masalah kesehatan adalah mengonsumsi makanan sehat dan seimbang. Sejumlah konsultan kesehatan maupun dokter menganjurkan untuk mengonsumsi buah-buahan, sayuran, atau makanan berserat tingi.

National Health Service (NHS) yang bermarkas di London, merekomendasikan lima porsi buah dan sayuran sehari, makan makanan berserat tinggi, susu non lemak, protein, dan minyak tak jenuh.

Satu makanan yang cukup mengejutkan adalah pasta gandum. Mungkin agak sedikit asing dan hampir sulit menemukan pasta gandum di Indonesia. Namun pasta gandum memiliki manfaat yang cukup baik untuk kesehatan tubuh.

BACA JUGA: Ini Makanan Sehat Bagi Perempuan Saat Menstruasi

Konsultan medis Dr Sarah Brewer dan ahli gizi Juliette Kellow menguraikan pasta gandum dapat membantu meningkatkan harapan hidup. Demikian Express.co.uk, Jumat 31 Mei melaporkan.

Dalam buku mereka yang berjudul Eat Better Live Longer, Brewer dan Kellow menyebutkan bahwa biji-bijian utuh (gandum) memiliki efek positif pada sistem peredaran darah, pencernaan, dan kekebalan tubuh serta mengurangi usia penyakit terkait.

“Beralih dari biji-bijian olahan ke gandum adalah langkah sederhana namun kuat untuk kesehatan yang lebih baik dan kehidupan yang lebih lama,” kata Brewer.

Untuk mendapatkan manfaat kesehatan pasta gandum, disarankan mengonsumsi satu porsi setiap hari, yang terdiri dari tiga sendok makan yang sudah dimasak.

BACA JUGA: Ini Manfaat Kurma untuk Kesehatan dan Vitalitas Pria

Contoh lain dari gandum utuh termasuk roti gandum, gandum, beras merah dan quinoa. Keduanya menjelaskan tiga porsi gandum utuh harus dinikmati setiap hari untuk manfaat kesehatan dan umur panjang yang terbaik.

Biji-bijian utuh terbukti penting bagi kesehatan karena sejumlah alasan. Salah satunya dapat membantu mengurangi risiko diabetes tipe 2. Sementara biji-bijian utuh juga terbukti mengurangi risiko kanker usus.

“Kami juga mempelajari sebuah penelitian yang mengonfirmasi bahwa beras merah melindungi terhadap penyakit, sedangkan mengonsumsi beras putih meningkatkan risiko pengembangan diabetes tipe 2,” pungkas keduanya.

Baca Juga

loading...