
Reporter
David PriyasidhartaKamis, 14 November 2019 - 02:37
Editor
Dyah Ayu Pitaloka
Kepala Bidang Kedaruratan Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Lumajang, Siswanto. Foto: David Priyasidharta
JATIMNET.COM, Lumajang - Gempa mengguncang sejumlah desa di sekitar Gunung Lemongan, Kabupaten Lumajang, Kamis 14 November 2019 pagi ini. Sejumlah rumah dilaporkan mengalami retak-retak akibat gempa dengan skala berdasarkan dampak yang ditimbulkan (MMI) II MMI .
Informasi yang diperoleh Jatimnet.com, Kamis pagi ini menyebutkan, gempa terjadi dua kali berturut-turut sekitar pukul 05.57 dan 05.59 WIB. Gempa tersebut dirasakan oleh warga di desa Sumber Petung Kecamatan Ranuyoso; Desa Papringan dan Tegalrandu, Kecamatan Klakah, serta desa Salak, Kecamatan Randuagung.
Ketua Relawan Laskar Hijau, lembaga pegiat konservasi Gunung Lemongan, A'ak Abdullah Al Kudus mengatakan, sejak Rabu 13 November 2019 siang, gempa telah dirasakan warga dan berlanjut hingga malam hari. Warga sekitar bahkan sempat mendengar suara mirip ledakan yang menyertai gempa.
BACA JUGA: Musim Hujan, Masyarakat Diminta Mewaspadai Lahar Dingin Semeru
Hal ini menyebabkan sebagian warga takut untuk tidur di dalam rumah pada Rabu malam kemarin.
Kepala Bidang Kedaruratan Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Lumajang, Siswanto membenarkan ihwal kejadian gempa tersebut. Mengutip laporan Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG), Siswanto mengatakan terjadi peningkatan intensitas gempa pada Rabu 13 November 2019.
"Sebenarnya gempa ini sudah mulai dirasakan sejak 1 November 2019. Dan intensitasnya terus meningkat hingga 13 November 2019," kata Siswanto di kantor BPBD Lumajang, Kamis pagi.
BACA JUGA: Menengok Pembangunan Rumah Tahan Gempa di Lombok
Ia mengimbau kepada warga untuk tetap tenang dan tidak termakan isu-isu akan terjadi letusan. "Meski demikian, warga tetap harus waspada terhadap segala kemungkinan," ujar Siswanto.
Terhadap sejumlah rumah yang dikabarkan mengalami kerusakan, Siswanto mengatakan pihaknya telah melakukan penilaian dan pemantauan. "Masih kami kaji dulu laporannya terhadap kemungkinan kegiatan yang perlu dilakukan menyangkut perbaikan atau rehabilitasinya," kata Siswanto.