Logo

Longsor Putus Akses ke Air Terjun Madakaripura, Jembatan Darurat Dibangun

Reporter:,Editor:

Kamis, 09 April 2026 10:15 UTC

Longsor Putus Akses ke Air Terjun Madakaripura, Jembatan Darurat Dibangun

‎Petugas melakukan proses pemasangan Jembatan Bailey. Foto: Zulafif

JATIMNET.COM, Probolinggo – Akses menuju Air Terjun Madakaripura terputus akibat longsor yang menggerus badan jalan sepanjang kurang lebih 20 meter. Peristiwa ini terjadi di Desa Negororejo, Kecamatan Lumbang, yang menjadi jalur utama menuju kawasan wisata tersebut.

Longsor menyebabkan jalur tidak bisa dilalui kendaraan, sehingga mobilitas warga dan wisatawan terganggu. Pemerintah pun bergerak cepat dengan menyiapkan solusi darurat untuk memulihkan akses.

Sebagai langkah penanganan, tim gabungan mulai membangun jembatan Bailey sepanjang 33 meter di lokasi terdampak. Jembatan ini diproyeksikan menjadi penghubung sementara hingga perbaikan permanen dilakukan.

Pengerjaan melibatkan personel dari Yon Zipur V/Arathi Bhaya Wighina Malang, Kodim 0820 Probolinggo, Pemerintah Kabupaten Probolinggo, serta dukungan masyarakat sekitar.

Di tahap awal, tim membangun pondasi menggunakan karung berisi tanah di kedua sisi jalan yang tergerus. Struktur pondasi di sisi timur dibuat lebih tinggi untuk menyesuaikan kontur jalan yang menanjak, sehingga posisi jembatan tetap stabil saat difungsikan.

Secara teknis, jembatan Bailey yang dipasang memiliki panjang 33 meter dengan lebar 5,8 meter. Namun, daya dukungnya dibatasi maksimal 10 ton karena kondisi tanah di sekitar lokasi masih labil dan berpotensi mengalami pergerakan.

Komandan Kompi Yon Zipur V/ABW Malang, Kapten Czi Ronny Maryanto, mengungkapkan bahwa kondisi tanah dan cuaca menjadi tantangan utama dalam proses pembangunan.

“Kondisi tanah yang gembur membuat kami harus bekerja lebih teliti. Bahkan sempat terjadi longsor susulan, sehingga seluruh personel diminta meningkatkan kewaspadaan selama pemasangan jembatan,” jelasnya, Kamis, 09 April 2026.

Proses pembangunan jembatan darurat ini ditargetkan rampung dalam waktu sekitar dua pekan. Setelah selesai, jembatan akan digunakan sebagai akses sementara bagi kendaraan dengan tonase terbatas.

Pemerintah berharap langkah cepat ini mampu memulihkan konektivitas sekaligus mencegah dampak lebih luas terhadap aktivitas masyarakat di kawasan tersebut.